Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

SPORT LAND

Laga Big Match Piala Suratin

PS Badung U 17 vs Perseden U 17

Penulis: Marianus Seran | Editor: Rizki Laelani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertemuan kesebelasan Perseden U 17 vs PS Badung U 17 akan menyajikan gengsi dan prestasi pembinaan sepakbola junior di Bali.

Kedua kota dan kabupaten memiliki memori pertemuan yang menyajikan drama sepakbola, baik di kategori senior dan kategori junior.

Kali ini di Piala Suratin Wilayah Bali tahun 2014, Perseden U 17 akan menjajalkan kekuatan Keris Badung junior di lapangan Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.

Kandang Catur Muka junior ini akan melahirkan sejarah baru siapa yang terbaik yang bakal mewakili Bali ke pentas Piala Suratin nasional.

Perseden Denpasar menargetkan lolos. PS Badung juga menargetkan lolos. Laga yang akan dilangsungkan, Senin (8/9) menjadi penentu bagi kedua tim. Perseden yang sudah membukukan dua kemenangan melawan Perst Tabanan dan Putra Tresna, optimistis bakal merebut tiket mewakili Bali.

Sedangkan PS Badung yang baru menyelesaikan laga perdana melawan BAS, Sabtu (6/9/2014), dengan kemenangan yakin bisa merebut posisi tertinggi.

Namun pasukan Keris Muda ini harus menghadapi Perseden Denpasar di partai keduanya.
Perseden Denpasar U 17 menargetkan lolos dari Piala Suratin Wilayah Bali.

Untuk itu, bagi pelatih Perseden U 17, Nyoman Sukadana semua laga adalah final.
"Semua laga final bagi Perseden. Bila ingin lolos dari wilayah Bali Piala Suratin 2014," kata Wayan Sukadana kepada Tribun Bali, di Denpasar.

Mantan pemain Bali Dewata ini mengatakan, laga sengit melawan Perst Tabanan yang berakhir 1-0 untuk Perseden menjadi modal bagi pasukan Catur Muka junior melakoni tiga laga selanjutnya.

"Sabtu (6/9/2014) kami hadapi Putra Tresna. Selanjutnya melawan PS Badung. Laga ini final bagi kami. Siapapun lawan kami, poin adalah harga mati," kata Sukadana.

Menurutnya, lawan PS Badung termasuk skuat yang kuat. Namun, pemain Perseden diinstruksikan agar tetap bermain dengan karakter mereka untuk merebut kemenangan.

Dia mengevaluasi, laga melawan Perst Tabanan dan Putra Tresna masih banyak kelemahan yang dibuat pemain.

Kesalahan pasing, penyerangan yang sulit dibangun, dan sulit merebut bola dari lawan. "Kami perbaiki kekurangan ini untuk hadapi laga selanjutnya," ujarnya.

Sukadana mengaku, menyerahkan semua kepada pemain untuk mengembangkan arahan pelatih saat bertanding di lapangan.

Karena di usia labil ini, para pemain dituntut kreatif dalam memainkan bola di lapangan. "Saya hanya arahkan, pemain yang mengembangkan di lapangan," ujar Sukadana.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved