TribunBali/

Beauty

Dek Ela Lebih Percaya Diri Pakai Kebaya Modifikasi

Modifikasi bisa dilakukan dengan dua atau lebih kain brokat yang berbeda warna maupun model

Dek Ela Lebih Percaya Diri Pakai Kebaya Modifikasi
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
kebaya modifikasi brokat 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ida Ayu Made Sadnyari

MENGGUNAKAN kebaya modifikasi brokat berwarna hitam dan gold dipadukan kamen songket, Kadek Nilawati tampil memesona. Bajang jegeg asal Klungkung ini mengaku suka kebaya modifikasi yang saat ini sedang tren di kalangan remaja dan dewasa.

"Saya suka yang modifikasi karena trennya saat ini seperti itu, kelihatannya lebih bagus untuk dipakai kundangan maupun ke pura," ujarnya ketika ditemui Tribun Bali di Yuyun House of Kebaya, Jalan Letda Reta 71 Yang batu, Denpasar, Jumat (19/9/2014).

Hanya saja, jika dipakai untuk acara persembahyangan ke pura, perempuan yang akrab disapa Dek Ela ini lebih memilih modifikasi simpel dengan satu warna yaitu putih atau kuning, dan tidak terlalu terbuka serta panjang tangannya minimal 7/8.

"Pilihan wanita modern saat ini menggunakan kebaya modifikasi. Saya sendiri merasa lebih percaya diri karena lebih modis dan jadi makin cantik kalau pakai kebaya modif," ujarnya tersipu.

Owner Yuyun House of Kebaya, Yuni Sulistyawati mengatakan tren kebaya memang selalu mengalami perkembangan setiap saat, dalam sebulan bisa beberapa kali model baru yang keluar. Namun saat ini, kebaya modifikasi jadi pilihan banyak orang.

Kebaya modifikasi dibuat dari kain brokat dipadukan dengan tile. Modifikasi bisa dilakukan dengan dua atau lebih kain brokat yang berbeda warna maupun model. Bahkan saat ini Yuyun mengembangkan kebaya modifikasi yang juga menggunakan bordiran dan payet sehingga tampilannya lebih mewah dan indah.

"Kebaya ibarat air yang selalu mengalir, tidak ada habisnya. Setelah model yang satu selesai akan muncul kembali dengan kebaya model baru," ungkap wanita yang akrab disapa Yuyun.

Menurutnya, dalam sebulan bisa ada beberapa kali model kebaya yang muncul. Orang Bali suka mengikuti tren. Sehingga Yuyun selalu berupaya up to date mengikuti tren yang ada untuk melayani konsumennya.

"Permintaan konsumen saat ini kebanyakan kebaya modifikasi larena lebih elegan dan ngikutin zaman sekarang ini," ungkapnya.

Konsumennya datang dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pegawai negeri sipil (PNS), dari kalangan biasa hingga yang berkelas.

"Penggunaan kebaya modifikasi memang disesuaikan dengan tempatnya. Jika untuk acara pesta, wisuda memang lebih banyak kreasi yang bisa dibuat. Sedangkan untuk ke pura, modifikasi bisa dibuat lebih simpel dan tetap tampil sopan," ujar wanita kelahiran Denpasar ini.

Yuyun mengatakan, saat ini adalah musim wisuda sehingga ia tidak pernah sepi orderan untuk menjahit kebaya modifikasi. Tidak jarang ia harus lembur namun tidak masalah baginya karena ia mengutamakan kepuasan pelanggan. (day)

Penulis: Ida A M Sadnyari
Editor: Agung Yulianto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help