TribunBali/
Home »

Bali

Anggota Dewan Ngutil

Ini Bantahan Anggota DPRD yang Diduga Ngutil Handuk di Hotel

Ardika mengakui pihaknya sudah mengirim staf pegawai ke Hotel NEO untuk melunasi tagihan tersebut

Ini Bantahan Anggota DPRD yang Diduga Ngutil Handuk di Hotel
net
handuk hotel

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karangasem membantah tuduhan mengambil fasilitas milik Hotel NEO, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Mereka melakukan klarifikasi terkait permasalahan tersebut.

Seorang anggota dewan yang diduga melakukan tindakan ngutil tersebut, I Nyoman Sumadi, mengaku dirinya tak pernah melakukan hal sepele itu. "Melihat berita itu, saya merasa terpukul. Yang jelas teman-teman di dewan tidak sejauh itu. Saya sangat kecewa dengan pihak hotel," ujar Sumadi yang mewakili anggota lainnya, Senin (13/10) kemarin.

Sumadi menjelaskan duduk perkara yang terjadi bersama anggota dewan lainnya saat di Hotel NEO. Saat Bimtek, pihaknya mengaku beberapa anggota dewan melakukan chek in tanggal 24 September 2014. Ia mengaku, dirinya menginap sehari hingga tanggal 25 September. Tanggal 26 dan 27 pulang-pergi ke Karangasem karena ada acara adat di rumahnya.

Saat hendak akan chek out, Sumadi mengatakan pihak hotel kehilangan handuk di kamarnya. Ia juga mengaku, jika jumlah handuk di kamarnya sebanyak dua buah. Saat istirahat Sumadi mengaku melihat semua handuk itu berada di dalam kamar. "Tanggal 27, saat istirahat siang, saya ke kamar. Handuk masih ada, handuknya sempat saya buat cuci muka. Setelah turun mau chek out sore itu, kata pihak hotel, handuk sudah nggak ada," jelas Sumadi.

Mendengar informasi tersebut, dirinya mengaku melakukan konfrontir dengan petugas cleaning service (CS) hote, dan supervisor terkait kehilangan tersebut. Sebelum meninggalkan hotel, Sumadi menyuruh pihak hotel untuk mengeledah isi mobilnya. "Pak silakan geledah mobil saya, kalau memang bapak curiga, jika handuk ada di mobil saya. Saya hanya bawa tas laptop saja," tambahnya sembari mengingat ucapannya.

Mendengar pengakuan anggota dewan tersebut, konon pihak hotel menganggap masalah tersebut sudah clear. "Ya sudahlah. Nggak sampai segitu, kalau memang pak nggak ngambil, saya anggap clear, nanti saya sampaikan pada pimpinan," ujar Sumadi menirukan ucapan pihak hotel.

Selain Sumadi, I Gusti Ayu Mas Sumantri, dan anggota lainnya mengaku tak pernah melakukan tindakan tersebut. Ia mengaku, saat check out pihaknya tak pernah membawa fasilitas hotel NEO.

Menurut Sekretaris Dewan DPRD Karangasem, I Wayan Ardika, pihaknya dengan Hotel NEO sudah tidak ada masalah. Terkait dengan handuk, dan peralatan lain yang diambil dia membantah.

Namun Ardika mengakui pihaknya sudah mengirim staf pegawai ke Hotel NEO untuk melunasi tagihan tersebut. "Sudah saya kirim staff kesana. Jadi sudah tidak ada masalah dengan pihak hotel," tambah Ardika.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat anggota DPRD Karangasem tahun 2014-2019 diduga ngutil beberapa fasilitas milik Hotel NEO. Masing-masing IGA MS, IN S, IN Su, dan IN KK.

Tindakan ngutil anggota DPRD dilakukan saat mereka mengikuti Orietasi Bimbingan Teknologi (Bimtek) dari tanggal 24 hingga 28 September 2014. Ulah tak terpuji para anggota DPRD yang baru-baru ini dilantik itu kemudian disampaikan pihak hotel melalui email kepada pihak Sekwan DPRD Karangasem, Minggu (12/10).

Dalam surat elektronik tersebut, disampaikan rincian barang-barang yang dikutil oleh masing-masing anggota dewan. Keempat anggota DPRD tersebut sama-sama membawa pulang handuk mandi milik hotel yang harganya Rp 117.000. Kemudian ada juga mengutil hanger serta tak membayar biaya penggunaan telepon hotel. Total biaya tambahan yang harus dibayarkan Pemkab Karangasem sebesar Rp 609.000. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Komang Agus Ruspawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help