Happy Salma: Saya Prihatin Kasus Pelanggaran HAM Tidak Jelas

Ratusan orang duduk bersimpuh di halaman belakang Taman Baca Kesiman, Denpasar, Jumat (7/11/2014) malam.

Happy Salma: Saya Prihatin Kasus Pelanggaran HAM Tidak Jelas
net
Happy Salma

TRIBUN-BALI,COM, DENPASAR - Ratusan orang duduk bersimpuh di halaman belakang Taman Baca Kesiman, Denpasar, Jumat (7/11/2014) malam.

Susana gelap menambah kekhusukan penayangan film pendek berjudul "kamis ke-300" menjadi asyik. Film yang disutradarai Happy Salma ini diputar di Bali ini, dalam rangkaian Roadshow yang digelar Titimangsa Foundation dan lrmbaga nirlaba HIVOS.

"Saya sudah keriput, gak mungkin lagi baca puisi ataupun cerpen dalam acara kamisan yang diadakan di depan Istana Presiden, Jakarta. Yang saya pahami teater dan perfilman, jadi saya coba untuk membuat film," kata Happy Salma yang saat itu mengenakan setelan hitam dengan syal batik.

"Sebagai seorang seniman, saya sangat prihatin dengan kasus pelanggaran HAM yang tidak jelas penyelesaiannya. Inilah yamg mendasari saya untuk memberikan dukungan moril kepada pejuang HAM melalui karya seni di bidang saya," ujar Happy Salma.

Pembuatan film hitam putih berdurasi 13 menit itu juga dibantu beberapa orang hebat seperti artis kawakan Nugie, Amoroso Katamsi (pemain Soeharto di film G30S/PKI), Sita Nursanti (film Gie, Jendral Kancil The Movie), juga  Aji Santosa (Serdadu Kumbang, Soekarno, Message Man).

Susai pemutaran film yang sebelumnya sudah diputar di Bandung (1/11) dan Malang (3/11) itu, Happy Salma bersama Nugie, Suciwati Munir dan Gung Alit Taman Baca mengadakan sharing mengenai film "Kamis Ke-300" dan pelanggaran HAM.

"Kalau ada teman-teman yang butuh bahan silahkan sharing, saya akan bantu, karena memang pembuatan film ini bertujuan untuk itu" kata Happy Salma.(*)

Penulis: Gunawan
Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved