Rejang Renteng Buka Pagelaran Srawung Cipta Seni Sembah

Kali ini, acara dibuka dengan tarian sakral yang nyaris punah, namun berhasil dihidupkan kembali, Rejang Renteng.

Rejang Renteng Buka Pagelaran Srawung Cipta Seni Sembah
Tribun Bali/I Putu Darmendra
Tarian Rejang Renteng 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Darmendra

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bertepatan dengan hari Tumpek Kerulut, pagelaran Srawung Cipta Seni Sembah kembali digelar untuk kedua kalinya di objek wisata Pura Goa Gajah, Desa Bedulu, Gianyar, Sabtu (31/1/2015).

Kali ini, acara dibuka dengan tarian sakral yang nyaris punah, namun berhasil dihidupkan kembali, Rejang Renteng.

"Ini tarian yang sangat langka, tarian Dewa Yadnya, dan untuk pertama kalinya kita mementaskan tari Rejang Renteng di halaman pasar Pura Goa Gajah," ujar penata tari, Ida Ayu Made Diastini kepada Tribun Bali.

Sebanyak 60 wanita yang berasal dari PKK beberapa banjar berbaris rapi. Mereka dibalut dengan busana berwarna putih dan kuning. Perlahan gerakannya mulai mengikuti alunan gambelan.

Suasana mistik sangat terasa siang itu. Tarian yang berasal dari Nusa Penida dengan durasi 15 menit ini berhasil membuat penonton terpukau.

Kendati gerakannya tergolong sederhana, namun kekompakan yang ditujukan ibu-ibu PKK itu menjadi perhatian tersendiri bagi para fotografer.

"Tarian ini berhasil dilestarikan kembali oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada tahun 1999. Gerakannya masih asli, ini upaya kita untuk melestarikan tarian langka," ucap penari asal Banjar Mukti, Desa Singapadu ini.

Rejang Renteng pernah ditarikan dengan jumlah penari sampai 150 orang. Bu Dayu sapaanya mengatakan, semakin banyak penarinya, maka tarian ini akan semakin terkesan mistis, disamping estetika.(*)

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Iman Suryanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help