Tip Sehat untuk Anda
Ini Bahaya Meniup Makanan Dan Minuman yang Panas
Bila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
TRIBUN-BALI.COM - Kebiasaan meniup makanan atau minuman yang masih panas untuk segera dikonsumsi ternyata membahayakan kesehatan. Mengapa?
Perlu diketahui, manusia bernapas menghirup oksigen atau O2, dan menghembuskan karbondioksida atau CO2.
(Baca Juga : 5 Alasan Anda Harus Tidur Tanpa Busana)
Ketika kita meniup makanan, tentunya yang kita keluarkan adalah gas CO2.
(BERITA TRAGIS: Perempuan Ini Ditembak Mati Suaminya Karena Banyak Pria Menatapnya)
Sementara itu makanan panas tadi masih mengeluarkan uap air (H2O).
Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.
(Baca Juga: Ini Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri)
H2O + CO2 => H2CO3
Perlu kita tahu bahwa di dalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah.
Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah.
(Baca Juga: Awas, Mengorek Telinga Terlalu Sering Bisa Bikin Tuli)
Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.