Tips Sehat untuk Anda

Ini Penyebab dan Gejala Tifus yang Mesti Diwaspadai

Tifus bukanlah penyakit yang bisa dianggap enteng karena akan mempengaruhi kesehatan organ dalam.

Ini Penyebab dan Gejala Tifus yang Mesti Diwaspadai
net
Ilustrasi tifus atau tipes 

TRIBUN-BALI.COM - Penyakit tifus atau tipes sering juga disebut sebagai hepatitis A atau penyakit kuning karena kulit dan warna bola mata penderita berubah menjadi semu kuning.

Menderita tifus bukanlah hal yang mudah untuk dilewati dengan berbagai gejala yang ditimbulkan. Berikut beberapa penyebab tifus secara umum:

- Minum air mentah

- Tidak mencuci tangan sebelum makan

- Tidak mencuci sayuran sebelum dimasak

Melihat beberapa factor penyebab tifus tersebut dapat disimpulkan bahwa tifus dapat menyerang karena adanya pola hidup yang tidak bersih.

Bakteri penyebab tifus adalah Salmonella typhi. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pencernaan, yang berarti sangat mungkin melalui media makanan atau minuman yang tercemar oleh Salmonella.

Di dalam tubuh mereka berkembang biak dan menembus dinding usus halus menuju saluran limfa.

Pada saat bakteri hinggap di pembuluh darah maka penderita sudah bisa mendapatkan gejala klinis. Beberapa gejala penyakit tipes antara lain sebagai berikut:

- Anemia, karena usus mengalami pendarahan
- Sel darah putih dan keping darah atau trombosit menurun jumlahnya
- Penderita mengalami demam sedang sampai tinggi
- Perut terasa mual
- Badan menjadi lemas dan mudah capek
- Urine berwarna kuning pekat sampai kecoklatan
- Bola mata dan kulit berwarna kekuningan

Tifus bukanlah penyakit yang bisa dianggap enteng karena akan mempengaruhi kesehatan organ dalam.

Bahkan penderita tifus seringkali mengalami penurunan berat badan karena tidak nafsu makan.
Karena peradangan yang terjadi di usus, untuk makan saja rasanya sakit.

Salah satu alternatif makanan yang bisa diberikan adalah makanan yang direbus atau dikukus. Jangan memberikan makanan yang digoreng atau makanan yang keras dan sulit dicerna.

Bubur, tahu bacem, tempe bacem, atau sayuran berkuah dapat menjadi menu makanan yang aman.
Sebaiknya penderita tidak mengonsumsi makanan pedas, asam, dan yang mengandung santan. (cantiksehat.me)

Editor: Kander Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved