Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Warning Rabies, Konjen Jepang dan Australia Rajin Pantau Data Bali

Pantauan yang dilakukan Konsulat Jepang ini, disebabkan masih tingginya ancaman rabies di Provinsi Bali tahun 2015.

Tayang:
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin Rabies 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Konsulat Jenderal Jepang dan Australia rajin memantau perkembangan data korban yang digigit anjing rabies.

Mereka rajin mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memantau perkembangan data rabies ini.

“Yang paling sering telepon itu Konjen Jepang, dan staf kedutaan Jepang sampai datang ke sini (kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali) yang menanyakan data rabies di Bali,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya saat mengikuti ASEAN Dengue Day di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (7/6/2015).

Menurutnya, pantauan yang dilakukan Konsulat Jepang ini, disebabkan masih tingginya ancaman rabies di Provinsi Bali tahun 2015.

Ia katakan, selain Jepang Konsulat dari Australia juga sering meminta data terkait rabies di Provinsi Bali.

“Australia juga pantau terus dan ini sebenarnya warning bagi kita semuanya,” ujarnya.

Menurutnya, ia mengkhawatirkan tingginya angka gigitan anjing rabies di Bali dapat mempengaruhi sektor pariwisata di Bali.

“Saya ingin jangan hanya kasus manusianya aja yang dibeginikan saja, coba anjing-anjing liar di jalan-jalan itu juga dieliminasi, karena itu mengancam bagi manusia,” ucapnya.

Dikatakannya, kasus terakhir yang menyebabkan seorang warga di Buleleng meninggal yang diduga karena gigitan anjing rabies sudah masuk laporannya ke Dinkes Provinsi Bali.

“Sudah masuk laporannya ke kami. Tapi kami masih meragukannya, namun melihat dari kasusnya yang pernah digigit anjing liar itu kami terus memantau,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menghimbau bagi ke-13 orang di Buleleng yang telah dilaporkan pernah digigit anjing dan sekarang belum ada gejalanya diminta untuk segera mendatangi rabies center.

“Karena di Buleleng masih punya kok, memang saat ini kondisi Vaksin Anti Rabies (VAR)-nya sangat tipis dan yang ada adalah stok emergency di empat kabupaten saja,” urainya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved