Citizen Journalism

Ini Sepeda Motor, Bukan Bus

Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah sepeda motor pada 2013 mencapai 84 juta. Angka ini sudah jauh melampaui jumlah mobil penumpang di Indonesia

Ini Sepeda Motor, Bukan Bus
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Sepeda motor bisa dibilang kendaraan sejuta umat, terutama di Indonesia. Tak perlu dicari, kendaraan ini berseliweran di mana-mana. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah sepeda motor pada 2013 mencapai 84 juta. Angka ini sudah jauh melampaui jumlah mobil penumpang di Indonesia yang hanya 11 juta. Dengan jumlah sekian, tak heran bila kemana pun kita melayangkan mata, sepeda motor pasti selalu ada.

Bicara mengenai sepeda motor, bisa kita kaitkan juga dengan jumlah muatannya yang tak jarang berlebih. Kendaraan yang dirancang untuk membawa maksimal satu orang penumpang tambahan selain pengemudi, fungsinya justru jadi lebih beragam. Kendaraan ramping ini bisa membawa tiga, empat, bahkan lima penumpang sekaligus, termasuk pengemudi. Bukan hanya itu, selain mengangkut penumpang, di negara kita tercinta ini sepeda motor juga mampu mengangkut gerobak dagangan. Lucunya, sepeda motor yang digunakan tidak rusak.

Membawa muatan berlebih pada sepeda motor sangatlah berbahaya. Bukan hanya bahaya bagi pelakunya, tapi juga pada keselamatan berkendara pengguna jalan lainnya. Bayangkan, apabila terjadi kecelakaan pada sepeda motor dengan penumpang sejumlah empat orang. Penumpang yang duduk paling belakang sudah jelas paling beresiko. Apabila terjadi kecelakaan pada sepeda motor yang mengangkut barang dagangan berlebihan, barang yang berserakan juga pasti jadi masalah. Ditambah lagi, kendaraan dengan muatan berlebih dapat menambah resiko rusaknya jalanan. Tak hanya kerugian materi, nyawa juga bisa jadi taruhan.

Sepeda motor memang tak dibuat sejago mobil, yang mampu membawa banyak muatan sekaligus. Kapasitasnya juga tidak harus dipaksa. Kalau sekali jalan langsung dapat mengangkut banyak muatan memang lebih praktis dan hemat waktu. Tapi aman? Jelas tidak. 

Hal ini rupanya sudah diantisipasi pemerintah. Buktinya, masalah mengangkut penumpang lebih dari satu orang tanpa kereta samping dibahas dalam Pasal 292 Jo Pasal 106 ayat (9). Bagi yang melanggar, dikenakan denda maksimal Rp 250.000. Namun masalahnya, masih saja ada sepeda motor yang bandel dan membawa muatan berlebih.

Sepeda motor macam ini memang bikin geleng-geleng kepala. Sepeda motor macam ini juga yang menjadi bukti ketidakdisiplinan pengguna jalan di negara kita. Padahal apabila hal ini terus berlanjut, tingkat keselamatan di jalan raya kita makin sulit meningkat. Masalah ini tidak mungkin bisa diselesaikan apabila hanya mengharapkan pihak berwajib saja. Tidak mungkin polisi mengadakan razia bagi sepeda motor bandel selama 24 jam sehari.

Dalam hal ini, harus ada kesadaran pada masing-masing pengendara sepeda motor. Pengendara harus mau menjaga keselamatannya sendiri. Jangan nekat membawa banyak muatan sekaligus entah jaraknya jauh atau dekat. Apa gunanya naik sepeda motor ramai-ramai apabila tidak selamat sampai tujuan. Betul, bukan? (*)

Penulis: Margaretha Chaterine Sarah Harun
Siswa Kelas XII SMA Tunas Daud Denpasar

Editor: gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved