Citizen Journalism

Pembatasan Usia Kendaraan untuk Atasi Kemacetan

Sebanyak 95,66% kendaraan di Bali adalah kendaraan pribadi, sementara kendaraan umum hanya 0,25%.

Pembatasan Usia Kendaraan untuk Atasi Kemacetan
tribun bali
Kemacetan di Kuta 

DARI sekian banyak jumlah kendaraan di Bali, sebanyak 95,66 % adalah kendaraan pribadi. Sementara kendaraan umum hanya 0,25%. Selain jumlah kendaraan umum yang sedikit, dibarengi pula dengan kondisi kendaraan yang buruk.

Usaha peningkatan moda transportasi umum jelas ada. Terlihat dari dicetuskannya Trans Sarbagita di tahun 2011. Namun Sarbagita masih miskin prestasi, sebab kendaraan umum ini belum terlihat geliat keberhasilannya memerangi kemacetan di Bali.

Sementara kepemilikan kendaraan pribadi terus meningkat. Trans Sarbagita yang digadang-gadang memerangi kemacetan di bebrapa wilayah di Bali yaitu Gianyar, Tabanan, Denpasar, dan Badung belumlah berjalan maksimal.

Isu baru sempat beredar untuk mengatasi kemacetan di Bali. Kereta api yang menghubungkan seluruh kabupaten menjadi moda transportasi yang akan mengatasi kemacetan.

Walaupun, rencana ini dikabarkan dilakukan sejak 2010. Namun hingga 2015, masih saja hangat-hangat tai ayam. Pun nanti jika rencana ini segera terealisasi, pertanyaan akan datang kembali mengenai efektivitas layanan kereta api ini.

Hal tersebut berkaca dari kenyataan geliat Trans Sarbagita yang masih belum berdampak banyak mengurangi kemacetan.

Padahal permasalahan di Bali cukup sederhana. Kemacetan akan banyaknya kendaraan bermotor. Utamanya kendaraan pribadi yang berjumlah 95,66 % dibanding kendaraan lainnya.

Jika pemerintah menanggapi kemacetan ini dengan mengeluarkan solusi pembuatan jalur kereta api, maka hal ini sama saja dengan makin meningkatkan volume kendaraan di Bali.

Sementara dengan adanya pengadaan kereta api ini belum terbukti kemampuannya melawan kemacetan di Bali. Solusi ini sama saja dengan memperburuk situasi jalan yang padat.

Bali yang sudah penuh kendaraan dilawan dengan menambahi kendaraan baru lainnya.

Halaman
12
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved