Citizen Journalism

Memahami Dongeng Bali dari Banjarongeng di Ubud

Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali menggandeng Made Taro yang merupakan tokoh pendongeng Bali yang karya dan kiprahnya sudah dikenal internasional.

Memahami Dongeng Bali dari Banjarongeng di Ubud
istimewa
Anak-anak bermain dan mendongeng bersama. 

PAGUYUBAN Duta Bahasa Provinsi Bali mengadakan acara Banjarongeng di Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Sabtu (19/09/2015).

Kegiatan ini merupakan satu di antara program kerja andalan dari organisasi yang menaungi para alumni Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali. Banjarongeng kali ini adalah banjarongeng kedua setelah di Desa Taro, Gianyar.

Dalam kegiatan Banjarongeng ini, Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali menggandeng Made Taro yang merupakan tokoh pendongeng Bali yang karya dan kiprahnya sudah terkenal di luar negeri. Dalam kegiatan Banjarongeng ini, anak-anak dikumpulkan di banjar dan menyimak dongeng tradisional khas Bali yang dibawakan apik oleh Made Taro.

Dalam mendongeng, Made Taro juga diselipi dengan menyanyi bersama yang mendukung jalan cerita dongeng tersebut. Setelah menyimak dongeng, anak-anak diajarkan bermain permainan tradisional. Anak-anak merasa senang dan bahagia dengan kegiatan ini. Kegiatan Banjarongeng ini dimulai tepat pada pukul 15.00 Wita.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari kelian banjar Desa Sayan dan koordinator kegiatan Banjarongeng. Kegiatan dilanjutkan dengan mendongeng oleh Made Taro, bermain permainan tradisional, dan menyanyikan lagu-lagu anak-anak dalam Bahasa Bali diiringi musik akustik.

Made Taro sebagai pendongeng yang diundang pada kegiatan Banjarongeng ini mengungkapkan, bahwa kegiatan ini sungguh memberikan efek yang positif bagi anak-anak dan perlu berkesinambungan untuk diadakan. Dengan adanya banjarongeng ini, anak-anak bisa mengetahui dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam dongeng dan permainan tradisional.

Anak-anak mengungkapkan kegembiraannya saat ditanya tentang kegiatan ini. Koming Astari salah satu anak-anak yang mengikuti kegiatan ini merasa senang dengan kegiatan ini. Membuatnya lebih memahami dongeng-dongeng dan permainan tradisional Bali.

Menurut koordinotor Banjarongenn, Gana, tujuan dari Banjarongeng ini adalah menumbuhkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak-anak melalui dongeng dan permainan tradisional. Banjarongeng merupakan salah satu proposal yang diajukan Ayu Indah Carolina dan Adi Suadnyana (Duta Bahasa Provinsi Bali tahun 2014) pada saat Pemilihan Duta Bahasa Nasional tahun 2014 di Jakarta.

Nantinya Banjarongeng juga akan terus diadakan di desa-desa di Bali. (*)

Kiriman:

Donnie Weda Darmawan
Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali

Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved