TribunBali/
Home »

Bali

Demo Gojek di Bali

Pengakuan Driver Go-Jek: Banyak Kok yang Bikin Orderan Fiktif

“Biasanya mereka punya dua handphone, yang satu untuk aplikasi, satunya lagi untuk membuat orderan itu,” jelas Arul.

Pengakuan Driver Go-Jek: Banyak Kok yang Bikin Orderan Fiktif
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Sekitar 1.400-an driver Go-Jek meluruk kantor Cabang Go-jek Bali, Senin (30/11/2015) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Dewa Made Satya Parama

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Arul,  seorang driver Go-Jek yang sedang menunggu orderan di Indo Maret, di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2015) lalu,  mengaku masih banyak oknum driver Go-Jek yang melakukan orderan fiktif. 

Orderan fiktif merupakan cara driver mengantisipasi orderan pada saat sepi.

(Demo Driver Go-Jek Ricuh, Seorang Diduga Provokator Dikeroyok)

“Banyak kok yang bikin orderan fiktif” tegasnya.

Menurutnya, driver Go-Jek yang belum mendapat orderan dari pelanggan akan membuat orderan menggunakan dua handphone yang berbeda.

“Biasanya mereka punya dua handphone, yang satu untuk aplikasi, satunya lagi untuk membuat orderan itu,” jelas Arul.

Handphone yang bukan operasional Go-Jek (handphone pribadi) yang mereka miliki, diakuinya, digunakan untuk melakukan order.

Kemudian driver tersebut akan menerima order yang dibuatnya  melalui handphone operasional Go-jek yang dimilikinya.

“Hal ini tentu memberikan keuntungan ganda baginya, komisi tetap dapat dan orderan tidak perlu dilakukan,” tutur Arul.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help