Citizen Journalism

Korem 163 Wira Satya Waspadai Bangkitnya Komunis

Sosialisasi Balatkom untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para prajurit Korem 163/Wira Satya tentang bahaya laten komunis.

Korem 163 Wira Satya Waspadai Bangkitnya Komunis
istimewa
Komandan Korem 163/Wira Satya Kolonel inf I Nyoman Cantiasa meyalami peserta Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal di Aula Korem 163/Wira Satya, Jalan PB Sudirman Denpasar, Bali, Selasa (1/12/2015). 

Oleh: Kapten Inf I Nyoman Budiarta
Pendam IX/Udayana

TRIBUN-BALI.com - Komandan Korem 163/Wira Satya Kolonel inf I Nyoman Cantiasa menggelar kegiatan Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal di Aula Korem 163/Wira Satya, Jalan PB Sudirman Denpasar, Bali, Selasa (1/12/2015).

Acara yang dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya Kolonel inf I Nyoman Cantias SE dihadiri 250 orang prajurit dan keluarganya, terdiri dari segenap Kepala (Kasi) dan Perwira Seksi (Pasi), para Pasi dan Danramil se-Bali, Babinsa dan PNS serta perwakilan Badan pelaksana (Balak) Korem, Wakil Ketua dan segenap pengurus Persit Koorcabrem 163/Wira Satya.

Tujuan diselenggarakan sosialisasi Balatkom adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para prajurit Korem 163/Wira Satya tentang bahaya laten komunis maupun faham radikal sehingga diperoleh kesamaan langkah dan tindakan dalam mengantisipasinya.

Danrem 163/Wira Satya dalam sambutannya mengatakan, bangkitnya komunis sangat dimungkinkan terjadi, karena dalam perjuangannya yang tidak mengenal istilah kalah dan selalu bergerak di bawah permukaan, apalagi jika stabilitas keamanan Negara terganggu maka komunis akan muncul kembali.

Untuk menghadapinya, menurut orang no 1 di Korem 163/Wira Satya, perlunya kita meningkatkan kewaspadaan dengan cara menyegarkan kembali ingatan kita tentang bahaya laten komunis maupun radikalisme.

Sebagai prajurit teritorial harus memikul tanggungjawab memberikan wawasan serta mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh faham komunis maupun radikalisme.

Minimal masyarakat juga mewaspadai kehadiran orang asing yang akan memasukkan ideologinya, katanya.

Menurut Danrem 163/WSA, hingga saat ini hanya TNI yang masih eksis dalam menentang pergerakan PKI di Indonesia.

Sebagai contoh pendataan personel yang mendetail bagi masyarakat yang akan mendaftarkan diri menjadi anggota TNI Angkatan Darat, tutur Danrem 163/WSA. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved