Natal dan Tahun Baru

Malam Tahun Baru 9 Korban Mercon dilarikan RS, 8 di Antaranya Anak-anak

Sementara itu terdapat juga korban pemukulan sebanyak enam orang. Total pasien masuk pada tahun baru yang terdata dari rumah sakit mencapai 15 pasien

Malam Tahun Baru 9 Korban Mercon dilarikan RS, 8 di Antaranya Anak-anak
Tribun Bali / I Dewa Made Satya Parama
Riyan Efendi menjadi korban amukan gerombolan pemabuk saat berada di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Jumat (1/1/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Dewa Made Satya Parama

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perayaan malam tahun baru di Bali meninggalkan banyak cerita, termasuk cerita yang kurang mengenakkan.

Terjadi beberapa kasus yang membuat beberapa pasien harus dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Kasus yang banyak terjadi adalah korban mercon atau kembang api.

Menurut data Humas RSUP Sanglah, Jumat (1/1/2016), terdapat sembilan pasien yang menjadi korban panasnya api mercon.

Satu di antaranya adalah I Made Wirawan (25) yang mengalami luka bakar pada bagian telapak tangan kanannya.

Saat bakar-bakar ikan bersama teman-temannya di lingkungan rumahnya yang berada di Sidakarya, Denpasar, ia kemudian menantikan pergantian tahun dengan memegangi mercon.

Saat waktu menunjukan pukul 00.00 Wita, mercon pun dinyalakan. Namun sialnya mercon meledak dalam genggaman tangannya.

Seketika ledakan tersebut menyebabkan telapak tangannya robek dan berdarah. Ayahnya, Wayan Gumi, sempat kebingungan saat hendak menolong anaknya.

“Saat mau membawanya ke RSUP Sanglah jalan di rumah ramai, jadi saya berinisiatif menelepon taksi untuk menjemput,” ucapnya.

Sebelumnya, pasien lain yang juga menjadi korban ledakan mercon adalah Putu Duta (5), bocah asal Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Ia mengalami luka di kedua kelopak matanya akibat terkena ledakan saat hendak memainkan mercon bersama teman-temannya.

Halaman
123
Editor: gunawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved