48 Tahanan LP Singaraja Keracunan Nasi Bungkus Usai Rayakan Malam Siwaratri

Sekitar pukul 04.00 Wita para tahanan yang sebelumnya memakan nasi bungkus terbangun. Mereka mengeluhkan rasa sakit mual, pusing dan muntah-muntah.

48 Tahanan LP Singaraja Keracunan Nasi Bungkus Usai Rayakan Malam Siwaratri
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Seorang pasien keracunan nasi bungkus di LP Kelas IIB Singaraja saat dirawat di UGD RSUD Buleleng, Sabtu (9/1/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 48 tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Singaraja, Bali, keracunan usai memakan nasi bungkus di dalam lapas tersebut, Sabtu (9/1/2016) dini hari.

Saat itu, mereka memakan nasi setelah melaksanakan persembahyangan di Malam Siwaratri.

(Ini Gejala yang Dirasakan Tahanan LP Singaraja yang Keracunan Makanan)

Kepala LP Kelas IIB Singaraja, Sutarno mengatakan, usai sembahyang sekitar pukul 01.00 Wita para tahanan makan nasi bungkus yang dipesan dari luar LP.

Usai makan, mereka lantas tidur ke blok masing-masing.

Namun, sekitar pukul 04.00 Wita para tahanan yang sebelumnya memakan nasi bungkus terbangun.

Mereka mengeluhkan rasa sakit mual, pusing dan muntah-muntah.

Mengetahui banyak tahanan yang merasakan sakit, sejumlah petugas LP mengantarkan mereka ke RSUD Buleleng menggunakan mobil.

Tidak berselang lama setelah mendapatkan perawatan, kondisi mereka sudah membaik dan telah diizinkan kembali ke LP.

Dikatakan Sutarno, nasi bungkus yang dipesan dari luar itu kondisinya masih bagus saat diantar masuk ke dalam LP pada Jumat (8/1/2016) sekitar pukul 21.00 Wita.

“Nasi sama sayurannya masih bagus, saat diantar ke sini (LP) masih hangat. Ada nasi putih, telur, mie, sate lilit. Ada 125 nasi bungkus yang dipesan, kan ada yang makan lebih dari satu juga,” ujarnya.

Pemesanan nasi bungkus itu menurutnya merupakan inisiatif dari para tahanan.

Pihak LP tidak menyediakan konsumsi karena kegiatan di luar jam kerja.

“Konsumsi pesan dari luar tapi atas inisiatif dari mereka sendiri, bukan dari pihak kami. Kalau kami kan menyiapkan makanan yang sudah jatah mereka,” ucapnya.

Tidak jarang ketika ada kegiatan di dalam LP, para tahanan memesan konsumsi dari luar.

Namu selama ini, baru kali ini ada peristiwa keracunan konsumsi yang dipesan.

“Ada memang kita pesan dari luar tapi tidak seringlah, biasa kegiatan tertentu kita pesan kue, tapi selama ini tidak ada pernah seperti ini,” ungkapnya.

Peristiwa keracunan massal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi pihak LP.

Mereka selanjutnya akan lebih ketat saat menerima konsumsi dari luar.

“Nanti kalau ada acara seperti itu lagi kita juga akan lebih selektif, kita usahakan jangan sampai terjadi seperti itu lagi, yang jelas makanan yang kita siapkan yang sesuai dengan jatah mereka sudah cukup itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved