Agar Keuangan Tetap Aman saat Harus Merawat Orangtua

Bila si anak memutuskan untuk ikut mempersiapkan dana bagi kebutuhan pensiun orangtuanya,ia harus terlebih dahulu membicarakan hal ini dengan pasangan

Agar Keuangan Tetap Aman saat Harus Merawat Orangtua
Intisari-online.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Ketika orangtua telah pensiun, anak memiliki tanggung jawab merawatnya.

Nah, agar keuangan tetap aman saat harus merawat orangtua, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto menuturkan, idealnya dana untuk membantu kehidupan pensiun orangtua disiapkan sebelum si anak membentuk keluarga sendiri.

“Karena dia masih sendiri, biaya hidupnya tidak terlalu besar,” jelas Eko.

Tapi, biasanya, sebelum berkeluarga si anak akan lebih banyak menggunakan pendapatannya untuk kepentingan sendiri.

Apalagi bila si anak baru mulai masuk masa kerja.

Nah, bila si anak sudah berkeluarga, bahkan sudah memiliki anak, maka persiapan untuk ikut membantu biaya hidup orangtua setelah pensiun bisa dimulai sekitar lima tahun sebelum orangtua pensiun.

Di masa ini seharusnya pendapatan si anak sudah lebih stabil dan perencanaan keuangan keluarga si anak juga sudah berjalan.

Tentu saja bila si anak memutuskan untuk ikut mempersiapkan dana bagi kebutuhan pensiun orangtuanya, ia harus terlebih dahulu membicarakan hal ini dengan pasangannya.

Terutama bila persiapan ini hanya diperuntukkan bagi orangtua dari salah satu pihak.

Bila si anak memiliki saudara, lebih baik dia menyiapkan pendanaan pensiun orangtuanya bersama-sama dengan saudara.

Dengan demikian, setoran yang dialokasikan untuk kebutuhan pensiun orangtua bisa lebih kecil.

Pembagian jumlah setoran untuk kebutuhan orangtua ini bisa disesuaikan dengan pendapatan masing-masing anak.

Selain itu, bicarakan juga rencana ini dengan orangtua.

Ini perlu dilakukan terutama agar orangtua sadar untuk tidak terlalu mengikuti gaya hidup saat masih bekerja.

Yang pasti, sebelum memutuskan mempersiapkan biaya pensiun orangtua, pastikan kebutuhan keuangan keluarga si anak tidak sampai terganggu.

Perencana keuangan menyarankan sebaiknya alokasi dana yang digunakan untuk membantu kebutuhan pensiun orangtua sekitar 5%-10% dari pendapatan.

Itu pun dengan catatan kebutuhan kita sudah terpenuhi.

Demikian yang disebutkan Sari Insaniwati, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi Financial & Business Advisory.

Karena itu, sebelum memutuskan menyisihkan dana keluarga untuk menutupi kebutuhan pensiun orangtua, pastikan keluarga kita sudah memiliki dana darurat, sesuai jumlah anggota keluarga.

Pastikan juga keluarga kita tetap memiliki dana untuk membayar utang dan cicilan rutin lain. (Kontan)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:

Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali

Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved