Home »

Bali

Sesuai Amdal, Kecemasan Warga di Sekitar PLTU Celukan Bawang Disebut Berlebihan

Di tempat pembuangan limbah cair juga diisi ikan dan sampai saat ini, menurut dia, ikan-ikan itu tidak mati, sehingga limbah cair itu tidak berbahaya

Sesuai Amdal, Kecemasan Warga di Sekitar PLTU Celukan Bawang Disebut Berlebihan
Tribun Bali/Istimewa
Asap hitam pekat dari cerobong asap PLTU Celukan Bawang, Buleleng, yang diambil oleh warga sekitar dua pekan lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Putu Singyen dari bagian General Affair PT General Energy Bali (GEB) membantah bahwa batubara PLTU Celukan Bawang, Buleleng, Bali dapat berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan warga.

PT GEB merupakan mitra lokal PLTU Celukan Bawang. PLTU yang digarap oleh China Huadian Engineering Co Ltd itu, nanti mampu menghasilkan daya listrik lebih 300 MW, dan disebut-sebut akan mampu membebaskan Bali dari kekurangan energi listrik.

(Warga Waswas Lihat Asap Hitam Tebal dari PLTU Celukan Bawang)

Singyen menjelaskan, PLTU Celukan Bawang yang berbahan bakar batubara itu merupakani PLTU terbesar di luar China dan berdampak signifikan bagi peningkatan hubungan kerjasama China-Indonesia, khususnya Bali untuk memenuhi kebutuhan energi listriknya.

Menurut Singyen, batubara yang dijadikan bahan bakar PLTU Celukan Bawang berkualitas tinggi, sehingga dampak lingkungan yang diakibatkannya jauh lebih rendah.

“Sebenarnya batu bara yang kami pakai tidak perlu ada pengolahan, karena kami sudah pakai yang 4.500 sampai 5.000 kalori. Itu sudah lulus uji laboratorium, dan kami punya tim laboratorium untuk menguji,” ucapnya.

Dikatakan Singyen, ada tiga jenis limbah yang dihasilkan PLTU, yaitu limbah padat, cair dan debu.

Ia juga menaskan, tidak ada uap hitam terlihat pekat yang keluar dari cerobong asap PLTU.

Menurut Singyen, uap yang keluar dari cerobong merupakan uap air yang berwarna putih.

Limbah debu batubara yang dituding warga bertebaran juga dibantahnya.

Halaman
123
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help