Home »

Bali

Hari Ini Batas Penggeseran SUTT Celukan Bawang Berakhir, Warga Tolak Diperpanjang

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali selaku pendamping warga berencana mensomasi PLN pada Senin (29/2/2016).

Hari Ini Batas Penggeseran SUTT Celukan Bawang Berakhir, Warga Tolak Diperpanjang
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Warga memasang papan peringatan di dekat tower SUTT Celukan Bawang 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Batas waktu pemasangan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv yang melintasi pemukiman warga di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali berakhir hari ini, Sabtu (27/2/2016).

Hal ini sesuai kesepakatan antara Dirut PLN, Sofyan Basyir, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana dan perwakilan warga pada 27 Februari 2015 lalu di Kantor Bupati Buleleng.

Kesepakatan yang tertuang dalam berita acara itu menyebutkan, kabel SUTT dipasang melintasi pemukiman warga maksimal dalam kurun waktu setahun sejak kesepakatan itu dibuat.

Setelahnya sudah harus digeser jauh dari pemukiman warga.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali selaku pendamping warga berencana mensomasi PLN pada Senin (29/2/2016).  

“Kami akan kirimkan somasi kepada PLN, untuk memperingatkan perusahaan bahwa perjanjiannya dia sudah habis pada 27 Februari besok,” ujar Direktur LBH Bali, Dewa Putu Adnyana, Jumat (26/2/2016).

“Kami sampaikan warga tegas menolak kabel melintasi rumah mereka. Dan mereka juga menolak perjanjiannya untuk diperpanjang,” katanya.

Manajer PLN Bali Utara, Ansats Pram Andreas Simamora enggan berkomentar banyak tentang batas waktu pemasangan kabel SUTT yang telah habis.

Ia mengakui jika PLN tidak dapat menepati kesepakatan yang dibuat setahun lalu.

PLN juga tidak bersedia lagi menggeser kabel yang melintasi pemukiman warga tersebut.

Halaman
12
Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help