Gerhana Matahari di Bali

Sulit Cari Kacamata, Dokter RSUP Sanglah Manfaatkan Bekas Rontgen

Memanfaatkan bekas kertas rontgen dr Sarwan menggunakan media tersebut untuk menyaksikan GMS di halaman RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Sulit Cari Kacamata, Dokter RSUP Sanglah Manfaatkan Bekas Rontgen
Tribun Bali/Ady Sucipto
Beberapa dokter RSUP Sanglah dan beberapa warga terlihat sibuk menyaksikan GMS, Rabu (9/3). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Daya tarik fenomena Gerhana Matahari Sebagian (GMS) yang dapat ditonton langsung di Bali cukup membuat kalangan penikmatnya mencari kacamata khusus.

Sempat kesulitan mencari kacamata di beberapa lokasi di Kota Denpasar, dokter bedah Sarwan Wibawa Mohan tak kehilangan akal.

Memanfaatkan bekas kertas rontgen dr Sarwan menggunakan media tersebut untuk menyaksikan GMS di halaman RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016).

Dokter bedah tersebut sangat bersemangat untuk menyaksikan kejadian langka tersebut.

"Dari kemarin nyari-nyari filmnya yang nggak terpakai kita ambil, makanya kita beruntung dapat filmnya jadi ngelihatnya gampang," ucap dr Sarwan, Rabu (9/3/2016).

Dokter Sarwan mengatakan, momen langka terakhir terjadinya gerhana matahari yang dilihatnya terjadi pada tahun 1987.

"Terakhir saya lihat di Jakarta tahun 1987. Jadi semangat ini," tuturnya.

Tak hanya kalangan dokter, para keluarga pasien yang berada di RSUP Sanglah pun turut menyaksikan terjadinya GMS. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved