TribunBali/
Home »

Bali

Dharma Wacana

Wanita Bawa Canang dan Sarana Sembahyang di Gantungan Bawah Motor, Apakah Masih Suci?

Bagaimana dg sarana yg ditaruh di bawah selangkangan masih memiliki nilai suci, mhn tuntunannya,suksma.

Wanita Bawa Canang dan Sarana Sembahyang di Gantungan Bawah Motor, Apakah Masih Suci?
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - OSA, ida pandita sane suciang titiang, sering sekali tiang melihat wanita naik motor matik trs dibawah selangkangannya tergantung alat-alat upacara spt canang, pisang, busung/janur, dsbnya.

Ketika pas melihat muncul perasaan sangat tdk enak, pertanyaan tiang apakah sikap/etika itu bs dianggap benar menurut agama?

Bagaimana dg sarana yg ditaruh di bawah selangkangan masih memiliki nilai suci, mhn tuntunannya,suksma.

Jawaban : Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

Saya pikir tidak akan jadi masalah, kalau masih berupa sarana.

Tidak mungkin juga dibawa dengan dijunjung jika berat atau likad.

Tentu itu sangat sulit karena bisa membahayakan saat berkendara.

Tapi fenomena model begini tergantung bagaimana kita memandangnya.

Sebaiknya jangan digantung apabila sudah berwujud upakara seperti canang.

Tapi kalau mendesak dengan pertimbangan berbagai hal, nanti bisa dilukat kembali.

Fungsinya untuk menghilangkan kendala dalam pikiran yang terlanjur menganggap hal tersebut tidak suci. (*)

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help