Mengucap Syukur Usai Berhubungan Seks, Haruskah?

Sayangnya, banyak pasangan mengabaikannya.

Mengucap Syukur Usai Berhubungan Seks, Haruskah?
Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Seks dalam kehidupan berumah tangga semestinya bukan hanya sekedar penyaluran gairah biologis semata.

Bagi pasangan suami istri, momen bercinta tentunya merupakan salah satu cara berkomunikasi intim yang mampu mempererat rasa cinta keduanya.

Sayangnya, banyak pasangan mengabaikannya.

Sehingga seks tidak lebih dari sekedar rutinitas biasa demi menuntaskan kebutuhan libido yang tertunda.

Persepsi seperti di atas yang tak jarang membuka peluang perselingkuhan atau hadirnya orang ketiga.

Apabila seks diletakkan pada posisi kewajiban saja, bukan sebagai alat perekat hubungan pernikahan yang harmonis dan intim.

Bahkan, kadangkala banyak pasangan lupa mengucap syukur dan terima kasih saat berhubungan seks.

Tapi, mengapa kita tidak boleh lupa mengucap syukur dan terima kasih saat berhubungan seks? Ini ulasan lengkapnya dari tabloidnova.com.

Bersyukur karena memiliki teman hidup
Ketika berada di ranjang, semestinya Anda adalah satu dari sekian orang yang seharusnya bersyukur telah memiliki suami/istri. Sebab, di luar sana, masih banyak sekali individu yang tengah mencari jodoh atau memperjuangkan cintanya untuk bermuara di pernikahan.

Jadi, sebelum memutuskan berkeluh kesah akan kekurangan performa seks yang dimiliki oleh pasangan rumah tangga Anda. Mengucap syukur karena sudah dikaruniai teman hidup untuk berbagi dan bercerita bersama Anda setiap harinya.

Berterima kasih karena masih bisa menikmati seks
Terdengar lucu memang, namun mengucap rasa syukur dan terima kasih karena masih bisa menikmati dan merasakan hubungan seks sangat benar adanya. Ada banyak fakta di luar sana yang mendorong Anda untuk sadar dan berterima kasih masih bisa melakukan seks dengan suami tercinta.

Sebagai contoh, untuk para perempuan yang tidak bisa menikmati hubungan seks karena alasan kesehatan penyakit atau suatu kondisi tertentu.

Bersyukur karena Anda masih diinginkan oleh pasangan
Bila pasangan menuntut sedikit lebih soal kebutuhan di ranjang, janganlah langsung berpikiran negatif. Ada kalanya kondisi ini harus disikapi dengan bijak. Positifnya, pasangan masih menginginkan Anda sosok untuk melengkapi kebutuhan biologis dirinya. Selain itu, pasangan juga masih menghargai Anda sehingga momen menyentuh dan bermesraan dengan Anda tidak ia lewatkan begitu saja.

Jadi, sepakat untuk tidak lupa mengucap syukur saat berhubungan seks, kan? (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Nova
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved