Ida Pedanda Gunung Wafat

Minta Tanpa Bade, Wasiat Ida Pedanda Gunung: ‘Kalau Aji Meninggal Nanti, Tolong!’

Tentang kesederhanaan kremasi tersebut, Gus Purwita punya cerita. Suatu hari ia bercengkerama dengan ayahnya.

Minta Tanpa Bade, Wasiat Ida Pedanda Gunung: ‘Kalau Aji Meninggal Nanti, Tolong!’
Facebook Ida Pedanda Gede Made Gunung
Ida Pedanda Gede Made Gunung 

Pesan inilah yang dijadikan acuan dari paruman keluarga besar Griya Gede Purnawati Kemenuh.

Bagi keluarga, pesan itu seperti sebuah wasiat bahkan bhisama dari sang wiku sehingga pantang untuk dilanggar.

Gus Purwita pun berikhtiar menjalankan amanat tersebut.  

"Bhisama yang pernah disampaikan langsung oleh beliau kepada saya sebagai anak laki-laki penerus ya seperti itu. Walaupun saat itu disampaikan dengan nada bercanda sembari tertawa, tapi ini tidak bisa kami langgar," ujar Gus Purwita.

Disebutkan Gus Purwita, ayahandanya mengatakan bahwa kesederhanaan tak harus jadi penghalang dalam beryadnya.

Yang terpenting, tidak kehilangan makna.

"Kesederhaan beliau mengacu pada raos (ucapan) almarhum Ida Pedanda Made Sidemen. Cukup dengan upacara yang sederhana toh juga beliau akan mendapatkan tempat terbaik. Dan aji saya meniru kesederhanaan Ida Pedanda Made Sidemen," ungkap Gus Purwita.

Dalam keseharian, Ida Pedanda Gede Made Gunung yang menjadi wiku sejak 27 Oktober 1994 itu memang dikenal sebagai sulinggih yang sederhana.

Banyak pola pikir dan laku diri yang bisa diteladani.

Wiku yang mantap menapak jalan dharma wacana ini selalu menyempatkan diri menyelipkan pesan kesederhanaan itu. (*)

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved