Dituduh Rendahkan Bendera Merah Putih, Bendesa: Sudah Tinggalkan Rakyat, Sekarang Tebar Fitnah!

Bendesa Buduk, Ida Bagus Ketut Purbanegara, jika tidak mengetahui fakta maka jangan asal bicara

Dituduh Rendahkan Bendera Merah Putih, Bendesa: Sudah Tinggalkan Rakyat, Sekarang Tebar Fitnah!
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Warga mengibarkan bendera ForBali ditiang bendera merah putih yang berada di depan kantor DPRD Bali, Rabu (25/8/2016). 

TRIBUN-BALI.COM- Tuduhan Gubernur Bali dan Wakil Ketua DPRD Bali terkait aksi massa tolak reklamasi di Kantor DPRD Bali beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari beberapa tokoh aksi tersebut.

Bendesa Buduk, Ida Bagus Ketut Purbanegara membantah tuduhan tersebut.

(Terkait Postingan Akun Palsu di Twitter, ForBALI: Perjuangan Ini Mengalir Bersama Darah!)

Menurutnya, jika tidak mengetahui fakta maka jangan asal bicara.

“Tidak ada warga adat yang juga massa aksi tolak reklamasi Teluk Benoa yang merendahkan bendera merah putih dan mensejajarkannya dengan bendera manapun. Fakta menunjukkan bahwa pada aksi tanggal 25 Agustus, posisi bendera merah putih berkibar berada diatas bendera ForBALI, bukan sejajar,” jelas Purbanegara dalam rilis yang diterima Tribun Bali.

Pihaknya memiliki dokumentasi baik foto maupun video yang menunjukkan secara jelas bahwa tidak ada tindakan mensejajarkan bendera merah putih dengan bendera ForBALI ataupun merendahkan.

"Saat simakrama di Polda Bali (31/8/2016) hal itu juga sudah dijelaskan juga oleh ForBALI.Jadi, jangan asal bicara saja, terutama Wakil Ketua DPRD Bali, sudah meninggalkan rakyatnya sekarang menebar fitnah menghancurkan perjuangan rakyat untuk tolak reklamasi Teluk Benoa” ujar Purbanegara.

Berbagai tuduhan yang dilontarkan pada gerakan aksi tolak reklamasi yang dipimpin langsung oleh Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali dinilai sebagai bentuk pengalihan isu dan perhatian publik terhadap persoalan yang sebenarnya dihadapi rakyat.

“Tidak ada yang mengganti bendera merah putih dengan bendera apapun dan jangan pernah pertanyakan jiwa nasionalisme kami. Rakyat yang bergerak dibawah komando Pasubayan Desa Adat ini justru memiliki rasa nasionalisme yang tidak patut dipertanyakan lagi. Desa Adat di Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa ini sedang membela tanah air tumpah darahnya,” tegas Koordinator Pasubayan Desa Pakraman/Adat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, I Wayan Swarsa.

Swarsa menegaskan, perjuangan penyelamatan Teluk Benoa adalah bagian dari upaya menyelamatkan pesisir nusantara.

"Seharusnya mereka malu membiarkan rakyatnya berjuang sendirian selama hampir empat tahun ini untuk menolak reklamasi Teluk Benoa. Jangan lagi mengalihkan perhatian dan jangan lari dari tanggung jawab” ujar Swarsa.

“Kami, rakyat Bali dengan tulus mendatangi rumah rakyat. Kami bersurat resmi kepada DPRD Bali agar ditemui. Sebaiknya DPRD bercermin dan kembali menjadi wadah aspirasi rakyat, dan bukan terus menerus mencari-cari kesalahan rakyat Bali, karena semangat puputan rakyat Bali untuk membela tanah airnya saat ini tidak pantas diragukan dan tidak lagi bisa dinegosiasikan”, ujar Swarsa yang juga Bendesa Adat Kuta ini.

Sementara itu, Endra Datta, Putra Veteran Pejuang Kemerdekaan RI menegaskan tidak ada yang mengganti bendera merah putih dengan bendera apapun.

Tidak ada tindakan massa aksi yang melecehkan simbol negara seperti yang dituduhkan tersebut.

"Saya justru menilai patriotisme membela ibu pertiwi sedang ditunjukkan oleh rakyat Bali yang sedang melakukan penolakan reklamasi Teluk Benoa,” tegas Endra

“Jika ada tindakan yang merendahkan simbol negara, saya pribadi akan berada di garda depan untuk melawannya. Tetapi faktanya memang tidak ada tindakan melecehkan simbol negara yang dituduhkan sehingga tidak berlebih jika saya katakan tuduhan itu terlalu mengada-ada. Lupa tanggung jawab tapi mencari-cari kesalahan rakyat. Harusnya kerjakan apa yang menjadi tanggungjawabnya,” ujar Putra Veteran I Made Wijakusuma ini.

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved