TribunBali/

KPwBI Bali Dukung Klaster Padi untuk Jaga Inflasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali berusaha menjaga kestabilan inflasi di Pulau Dewata.

KPwBI Bali Dukung Klaster Padi untuk Jaga Inflasi
istimewa
Suasana panen di Subak Getas Bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, bersama Pemerintah Gianyar dan instansi terkait di Gianyar, Jumat (21/10/2016). 

Selain itu, petani mendapat benefit lainnya seperti pulihnya kembali unsur hara dan ekosistem sawah seperti cacing, belut, dan sebagainya.

Causa sapaan akrabnya, menjelaskan salah satu pendampingan yang dilakukan KPwBI Bali adalah bantek budidaya tanaman padi dengan teknik System of Rice Intensification (SRI) yang dikombinasikan Jajar Legowo 2:1, serta penggunaan pupuk organik berbasis MA -11.

“Tujuannya mendorong petani mengubah pola tanam lama yang bersifat full kimia, dan kembali ke pola semi organik, dan diharapkan nanti kembali ke sistem full organik,” cetusnya.

Berdasarkan hasil pengamatan terakhir TPL Klaster Padi, I Dewa Gata, pada 19 Oktober 2016, padi tersebut memiliki tinggi rata-rata 105 cm dengan jumlah anakan rata-rata 28 dan bulir sebanyak 175 di tiap malai-nya.

Hasil pengubinan awal dilakukan pada 20 Oktober 2016 bersama BPS Kabupaten Gianyar, dari tiga titik area pengubinan, didapatkan rata-rata 9,52 ton per ha meningkat 27 persen dari panen tahap I yang rata-rata sebesar 7,5 ton per ha.

Angka tersebut meningkat 73 persen dari kondisi awal yang rata-rata hanya 5,5 ton per ha.

Bahkan penerapan teknologi pertanian baru ini membawa perkembangan sangat pesat pada pertumbuhan padi, yakni pada umur 70 hari padi varietas Ciherang.

“Target kami ke depannya adalah memancing petani lainnya di Bali agar menerapkan pola yang sama seperti di Subak Getas dan Pulagan,” katanya. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help