TribunBali/

Citizen Journalism

Reportase Warga: Curah Hujan Tinggi, Sanur Galakkan Fogging

langkah yang tidak kalah penting adalah melakukan fogging. Seperti yang dilakukan di Desa Dangin Peken Intaran, Jalan Tondano...

Reportase Warga: Curah Hujan Tinggi, Sanur Galakkan Fogging
istimewa
Ilustrasi fogging. 

Reportase Warga: Ketut Karjana, Sanur

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pemberantasan nyamuk sebagai sumber penyakit bisa dilakukan DENGAN berbagai macam cara, di antaranya 5 M (Mengubur, Menguras, Menaburkan, Menutup, dan Mengganti) tempat-tempat yang mungkin menyebabkan nyamuk bersarang dan berkembang biak.

Langkah pertama bisa dilakukan dengan cara mengubur plastik dan barang-barang bekas yang mudah digenangi air, kedua menguras bak penampungan air seperti bak mandi, drum dan lain-lain secara rutin.

Ketiga dengan cara menaburkan bubuk abate ke dalam tempat yang sulit dikuras dilakukan 2 sampai 3 bulan, yang ke empat menutup rapat-rapat bak penampungan air agar nyamuk tidak mudah masuk dan berkembang.

Terakhir, kelima adalah mengganti air kolam dan vas bunga secara rutin.

Selain cara 5 M di atas, langkah yang tidak kalah penting adalah melakukan fogging.

Seperti yang dilakukan di Desa Dangin Peken Intaran, Jalan Tondano, Gang Pura Kembang Medura, Sanur, Minggu (13/11/2016) pagi lalu.

Warga berduyun-duyun menyaksikan petugas Penyemprotan Sarang Nyamuk (PSN) dari Desa Sanur yang sedang melakukan tugasnya sekitar pukul 05.00 Wita.

Di Bulan November dengan curah hujan yang sangat tinggi, fogging merupakan satu langkah untuk mengantisipasi perkembangan nyamuk sebagai sumber penyakit.

Sebagian warga yang tidak tahu akan dilakukan fogging pada Minggu pagi itu, sontak berhamburan keluar dan melihat apa yang terjadi.

Beberapa menit petugas melakukan fogging di sebagian daerah yang ada di Sanur.

Hal itu sebagai satu langkah antisipasi perkembangan nyamuk sumber penyakit, seperti nyamuk chikungunya, malaria, dan sejenisnya.

Tidak dipungkiri, menjaga kesehatan lingkungan adalah hal yang utama.

Karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat, maka jiwa dan raga akan terhindar dari penyakit.

Begitu juga kalau lingkungan kita kotor dan kumuh, maka jiwa dan raga kita akan terus terancam dengan segala penyakit. (*)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help