TribunBali/

Citizen Journalism

Reportase Warga: Manusia Yadnya Massal Ringankan Warga

Untuk meringankan beban masyarakat dalam melangsungkan upacara keagamaan, Ketut Rai Mahajoni menggelar acara manusia yadnya...

Reportase Warga: Manusia Yadnya Massal Ringankan Warga
Istimewa
Kegiatan manusia yadnya bekerjasama dengan tokoh-tokoh dari Desa Adat Batuan dan Amarasram, Gianyar, Bali. Berbagai upacara digelar di antaranya mebayuh, nutug kelih, pewintenan saraswati, mepandes dan lainnya, Sabtu (19/11/2016). 

Reportase Warga: Wayan Mertha, Batuan

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Untuk meringankan beban masyarakat dalam melangsungkan upacara keagamaan, Ketut Rai Mahajoni menggelar acara manusia yadnya yang terbuka untuk umum.

Pada puncak acara pada Sabtu (19/11/2016) itu, digelar berbagai upacara seperti mebayuh, nutug kelih, pewintenan saraswati, mepandes dan lainnya.

Kegiatan manusia yadnya ini bekerjasama dengan tokoh-tokoh dari Desa Adat Batuan dan Amarasram, Gianyar.

Sebanyak 133 orang mengikuti upacara manusia yadnya yang digelar secara massal dan sebanyak 86 orang mengikuti upacara mepandes atau potong gigi.

Keinginan upacara manusia yadnya secara massal ini muncul dari anak kedua Ketut Rai Mahajoni, Kadek Maha Mira Wisesa yang menggelar otonan pada Sabtu (19/11/2016).

Dengan maksud itu, Rai Mahajoni kemudian memunculkan ide untuk mengadakan upacara manusia yadnya secara massal yang dibantu oleh masyarakat Desa Adat Batuan dan Amarasram dalam pelaksanaannya.

Upacara yang digelar di lahan kosong sebelah timur Pura Gaduh, Batuan, Sukawati itu mendapat dukungan dan antusiasme dari warga.

Upacara tersebut tidak hanya diikuti oleh warga dari Desa Batuan saja, namun ada dari luar kabupaten, seperti dari Penebel Tabanan dan bahkan dari Buleleng.

Biaya yang dihabiskan dalam upacara ini sebesar Rp 130 juta yang sepenuhnya ditanggung oleh keluarga Rai Mahajoni.

Ketua Panitia Upacara Manusia Yadnya, Wayan Martha menyampaikan, diadakannya upacara manusia yadnya secara massal dapat meringankan masyarakat dalam pelaksanaan upacara yang menelan biaya tidak sedikit.

"Kami berharap dengan diadakan kegiatan manusia yadnya secara massal ini, masyarakat mampu untuk melaksanakan kegiatan upacara yang belum tuntas, seperti anak yang belum di-upacarai dengan pawintenan saraswati. Dalam upacara ini, turut mengundang seluruh masyarakat Bali dan Amarasram yang berada di beberapa cabang agar pelaksanaan ini sesuai dengan tujuannya, yaitu meringankan masyarakat Bali," ujarnya.

Acara yang diadakan seperti ini sangat bermanfaat bagi warga yang belum melaksanakan upacara yang seharusnya sudah dilakukan.

Kegiatan ini diharapkan agar mampu berkelanjutan, sehingga dengan jangka waktu kurang dari 5 tahun akan diadakan lagi. (*)

Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help