Home »

Bali

Kini Pasien Rawat Jalan RSUP Sanglah Bisa Registrasi Secara Online

Kini pasien rawat jalan RSUP Sanglah, Denpasar bakal mendapat kemudahan...

Kini Pasien Rawat Jalan RSUP Sanglah Bisa Registrasi Secara Online
TRIBUN BALI/ I PUTU DARMENDRA
Ilustrasi Antre. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kini pasien rawat jalan RSUP Sanglah, Denpasar bakal mendapat kemudahan.

RSUP Sanglah akan menerapkan sistem registrasi online bagi pasien layanan rawat jalan, Kamis (1/2/2016).

Masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke rumah sakit untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan layanan di poliklinik umum.

Bermodal koneksi internet dan santai di rumah atau tempat kerja, masyarakat dapat langsung mendaftar secara online.

Direktur Medik dan keperawatan RSUP Sanglah, Dr dr I Ketut Sudartana SpB (KBD), menjelaskan masyarakat dapat melakukan registrasi online di link sanglahhospitalbali.com/registrasi.

Setelah itu, diminta untuk mengisi kolom seperti akan berobat di poliklinik apa, dan cara pembayaran apakah menggunakan JKN, JKBM, atau jalur umum.

Setelah mengklik tombol simpan, nantinya pasien akan mendapat nomor antrean, dan langsung datang ke rumah sakit keesokan harinya untuk mendapatkan layanan.

Sudartana menyebutkan, registrasi online dilakukan karena sebelumnya sering terjadi keterlambatan penyediaan rekam medik.

Pasien sudah datang dan dokter juga sudah siap menangani, namun rekam mediknya yang terlambat datang.

Sehingga untuk mempercepat pelayanan dan mengurangi waktu tunggu, dilakukan sistem registrasi online agar rekam medik pasien yang akan mendapat layanan sudah siap dan tinggal dibawa ke bagian poliklinik.

Meski demikian, layanan online tersebut baru dapat dilakukan oleh masyarakat yang sudah pernah berobat ke rumah sakit, dan memiliki kartu rumah sakit yang memuat nomor rekam medis serta identitas pasien.

Apabila belum memiliki kartu, masyarakat tetap harus datang ke rumah sakit untuk registrasi secara manual.

"Sistem registrasi online belum bisa digunakan bagi pasien yang belum memiliki kartu rumah sakit dan kalau diberlakukan bisa kacau nanti pendataannya. Jadi sementara hanya untuk pasien yang sudah punya kartu itu," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Sarah Vanessa Bona
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help