Citizen Journalism

Reportase Warga: Lahan Parkir Sempit, Peken Intaran Sering Krodit

Peken merupakan pasar tradisional yang masih eksis keberadaannya di Bali.

Reportase Warga: Lahan Parkir Sempit, Peken Intaran Sering Krodit
Istimewa
Satu pasar tradisional yang masih eksis dan diminati oleh pengunjung lokal dan mancanegara adalah Peken Intaran yang berada di Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali. 

Reportase Warga: Ketut Karjana, Sanur

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Peken merupakan pasar tradisional yang masih eksis keberadaannya di Bali.

Masyarakat Bali tidak lekang dari ciri khas tempat berbelanja seperti pasar tradisional.

Di pasar tradisional berbagai makanan dan produk khas Bali bisa didapatkan yang tidak bisa didapatkan di supermarket atau swalayan.

Bahkan peken yang ada di daerah pariwisata justeru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik mancanegara maupun domestik.

Satu pasar tradisional yang masih eksis dan diminati oleh pengunjung lokal dan mancanegara adalah Peken Intaran yang berada di Desa Sanur Kauh, Denpasar.

Namun, antusiasme masyarakat yang lebih memilih berbelanja di pasar tradisional membuat kondisi di Pasar Intaran menjadi krodit.

Kendaraan yang lalu lalang sering tersendat, karena parkir yang meluber ke bahu jalan.

Tentunya, antusiasme masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional sangat bagus, sebagai bentuk masyarakat yang peduli terhadap pergerakan pedagang kecil dan menengah.

Namun lahan parkir yang kurang memadai menjadi masalah tersendiri bagi pengunjung Peken Intaran.

Seorang juru parkir, I Made Susila (53) warga Banjar Sindu Kaja mengatakan, pengunjung sering memarkir kendaraannya begitu saja.

Sering terjadinya kemacetan karena pola parkir yang salah.

Apalagi pada saat hari raya, pengunjung akan meningkatkan dan bisa dipastikan ketika pukul 07.30 Wita terjadi kemacetan di areal pasar.

"Sebagian dampak tersebut sudah sering diantisipasi dengan pemberian plang berhati-hati untuk melintas di kawasan pasar. Karena memang jumlah pengendara yang melampaui kapasitas tempat parkir, jadinya kendaraan sering meluber ke jalan," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help