Tak Ingin Cerai, Budi Terkapar di Depan Hakim Usai Tenggak Air Dalam Botol

Kisah pasangan suami istri (Pasutri) di Balikpapan ini seperti di sinetron.

Tak Ingin Cerai, Budi Terkapar di Depan Hakim Usai Tenggak Air Dalam Botol
Kompas.com
ilustrasi racun 

TRIBUN-BALI.COM, BALIKPAPAN - Kisah pasangan suami istri (Pasutri) di Balikpapan ini seperti di sinetron.

Budi Setiawan (28) nekat menenggak pembersih lantai alias karbol di ruang sidang Pengadilan Agama (PA) Balikpapan, Rabu (30/11/2016).

Belakangan diketahui, upaya bunuh diri yang dilakukan Budi lantaran tak ingin dicerai oleh istrinya.

Istri korban menggugat cerai suaminya karena sudah tak tahan dua tahun pisah ranjang.

TRIBUN KALTIM/ MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Korban terkapar di dalam ruang sidang usai menenggak cairan pembersih lantai saat sidang cerai di Pengadilan Agama Balikpapan, Rabu (30/11/2016).

Kejadian itu terjadi sekitar 10.45 Wita, saat korban menjalani persidangan cerai dengan istrinya, yang diketahui bernama Indah Khairunnisa (30).

Saat Majelis Hakim membacakan putusan terkait sidang tersebut, tiba-tiba korban mengambil botol air mineral kemasan plastik dari tasnya.

Lalu menenggak air yang ada di dalamnya.

Tak lama berselang tiba-tiba korban seperti orang kesurupan.

Sontak hal tersebut mengagetkan majelis hakim dan peserta sidang.

Korban menggelepar tak karuan di lantai ruang sidang sambil memegang tenggorokannya.

Pihak keamanan langsung menghubungi aparat keamanan terdekat, lalu melarikan korban yang terkapar menuju rumah sakit Balikpapan Baru.

"Korban diduga menenggak semacam larutan pembersih lantai. Larutan itu tampaknya sudah sengaja disiapkan dari rumah. Karena dimasukkan ke dalam botol air mineral," ujar Kapolsek Balikpapan Selatan, AKP Syarifah Nur Huda, melalui Panit Reskrim, Ipda Hadi Purwanto kepada Tribunkaltim.co.

Dari penuturan istri korban, sampai-sampai dirinya tak mengetahui bahwa yang ada di dalam botol tersebut bukan air putih.

"Saat ini korban mendapat perawatan medis di Runah Sakit Balikpapan Baru. Untuk sementara masih hidup," ungkapnya. (Tribun Kaltim/ Muhammad Fachri Ramadhani)

Ikuti kami di
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help