Home »

Bali

Natal dan Tahun Baru

Putu Yeni Senang, Ia Tampilkan Tari Condong Saat Natal di GKKD Amanat Agung

Dua bocah perempuan berpakaian Bali yang khas, pun menarikan Tari Condong dengan indahnya di panggung berkarpet merah tersebut.

Putu Yeni Senang, Ia Tampilkan Tari Condong Saat Natal di GKKD Amanat Agung
Tribun Bali/ Kander Turnip
Ni Putu Yeni Oktaviyanti dan adiknya Ni Kadek Wina Dwi Ariyanti menarikan tari Condong, di acara Natal, Hotel Puri Kedaton Jalan Jaya Giri Utara, Denpasar, Bali, Minggu (25/12/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Suara gending Bali berirama sedang, mengalun saat acara Natal yang digelar GKKD Amanat Agung di aula Sekar Sandat Hotel Puri Kedaton Jalan Jaya Giri Utara, Denpasar, Bali, Minggu (25/12/2016) pagi.

Dua bocah perempuan berpakaian Bali yang khas, pun menarikan Tari Condong dengan indahnya di panggung berkarpet merah tersebut.

Dua bocah tersebut adalah Ni Putu Yeni Oktaviyanti, siswi kelas IX SMP Ganesha dan adiknya Ni Kadek Wina Dwi Ariyanti siswi kelas V SDN 4 Sesetan yang tinggal di Banjar Dukuh, Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan.

"Kami senang bisa tampil berpartisipasi meramaikan acara Natal di tempat ini. Ini pengalaman pertama kami tampil di acara Natal, dan kami senang bisa memberikan penampilan tari ini," ujar Putu Yeni, panggilan akrabnya.

Putu Yeni dan adiknya datang bersama sang ayah Nyoman Suardana, serta ibunya Ni Nyoman Sukasanti, juga adik laki-lakinya.

Mereka diundang Ida, asisten rumah tangga keluarga tersebut yang membuka usaha warung makanan khas Bali di daerah Sidakarya.

Nyoman Suardana, ayah Putu Yeni, mengatakan pihaknya merasa senang diundang.

Apalagi anaknya diberi kesempatan untuk menampilkan tarian Tari Condong, yang biasanya ditampilkan di pura, dan panggung tiap banjar.

"Kami senang bisa menampilkan tarian sebagai bentuk solidaritas kami orang Bali dalam perayaan Natal. Hanya ini yang bisa kami sumbangkan untuk meramaikan Natal. Semoga di Hari Natal ini kita di Indonesia bisa diberi kedamaian dan kesuksesan, bisa bekerja dengan lebih baik lagi," harap Nyoman Suardana.

Dalam khotbahnya, Pendeta Paulus Sanger, mengatakan, Natal merupakan momentum kasih Allah memulihkan hubungan kita denganNya, agar kita juga bisa memulihkan kehidupan orang lain. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help