Home »

Bali

Natal dan Tahun Baru

Tradisi: Saudara Hindu Nyoman Parwata Bikin Lawar, Saat Keluarganya ke Gereja di Tabanan

Halaman rumah Nyoman Parwata di Banjar Piling Tengah, Desa Mengesta, Penebel, Tabanan, Bali, ramai dikunjungi sanak saudara

Tradisi: Saudara Hindu Nyoman Parwata Bikin Lawar, Saat Keluarganya ke Gereja di Tabanan
Tribun Bali/ I Made Argawa
Nyoman Parwata menyiapkan olahan daging babi seperti lawar untuk open house Natal di rumahnya, Banjar Piling Tengah, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, Minggu (25/12/2016). Lawar di rumah Nyoman Parwata disiapkan oleh kerabatnya yang berkeyakinan Hindu. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Halaman rumah Nyoman Parwata di Banjar Piling Tengah, Desa Mengesta, Penebel, Tabanan, Bali, ramai dikunjungi sanak saudara, pukul 11.30 wita, Minggu (25/12/2016).

Tenda beserta meja telah terpasang sehari sebelum perayaan Natal.

Setiap Natal, rumah pria 50 tahun tersebut selalu ramai.

Menariknya, ada satu kegiatan yang tidak pernah mereka terlupakan dalam perayaan Natal.

Yakni membuat lawar.

Lawar dibuat oleh sanak saudara Parwata, yang berkeyakinan Hindu.

“Ketika kami ke Gereja untuk sembahyang Natal, keluarga yang berkeyakinan Hindu membantu membuat lawar,” katanya.

Parwata menyebutkan, tradisi ngelawar telah diwariskan leluhurnya, ketika pertama kali memeluk keyakinan Kristen Katolik.

Tidak ada yang berbeda antara lawar yang disajikan saat Galungan dan Natal.

“Setelah lawar tersaji dan kami yang Nasrani selesai di Gereja, perayaan Natal dirayakan dengan makan bersama bersama keluarga yang berkeyakinan Hindu,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: I Made Argawa
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help