Disebut Berada di Pihak Ahok, Ketum PBNU: Saya Larang Warga NU Ikut Demo Ahok!

Said Aqil Siraj akui sekali bertemu Ahok yang kini berstatus terdakwa kasus penistaan agama itu

Disebut Berada di Pihak Ahok, Ketum PBNU: Saya Larang Warga NU Ikut Demo Ahok!
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo
Ketua PBNU Said Aqil Siraj, saat membacakan refleksi akhir tahun PBNU, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj heran  dituduh mendukung Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam sambutannya pada acara pendatanganan nota kesepahaman antara PBNU dengan PT. Pertamina (Persero) di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (4/1/2017), Said Aiql menduga salah satu penyebabnya adalah karena ia sempat mengimbau warga NU atau Nadhliyin untuk tidak ikut aksi Bela Islam yang menolak Ahok.

"Saya melarang warga NU untuk tidak ikut demo Ahok, kalau tidak saya larang nggak muat Jakarta ini," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menerangkan bahwa dirinya hanya sekali bertemu Ahok yang kini berstatus terdakwa kasus penistaan agama itu.

Pertemuan itu berlangsung pada acara haul Gus Dur 23 Desember 2016 lalu.

Sebelumnya, Ahok maupun dirinya tidak pernah mengagendakan pertemuan khusus.

"Waktu (acara) Haul Gus Dur saya salaman (dengan Ahok)," katanya.

Berbeda dengan Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi.

Kata dia, sebelum maju menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 lalu, Jokowi sempat menyambanginya.

Ketika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan hendak maju menjadi Calon Presiden, Jokowi juga bertemu dirinya.

Setelah berstatus sebagai Presiden, Jokowi juga sempat bertemu dirinya.

"Sebelum pak Jokowi mengeksekusi mati empat belas bandar narkoba, pak Jokowi juga ke sini," terangnya.

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help