'Pencoretan Merah Putih Adalah Bentuk Pengkhianatan NKRI'

Yang menjadi persoalan bukan saja melanggar UU No 24 Tahun 2009 saja. Tapi, hal itu telah membuat miris.

'Pencoretan Merah Putih Adalah Bentuk Pengkhianatan NKRI'
Tribunnews
Ilustrasi pengebaran bendera merah putih 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Belakangan ini, ramai diberitakan soal pencoretan bendera merah putih oleh FPI, saat demonstrasi di Mabes Polri, Senin (16/1/2017).

Yang menjadi persoalan bukan saja melanggar UU No 24 Tahun 2009 saja. Tapi, hal itu telah membuat miris.

"Pasalnya, fakta sejarah mencatat ada ratusan ribu pejuang yang telah gugur untuk mempertahankan merah putih," kata Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin di Jakarta, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/1/2017).
Para veteran yang kini masih hidup turut menjadi saksi akan peristiwa itu.

‎Pencoretan bendera merah putih yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) saat melakukan aksi di depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017) dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak menghargai jasa para pejuang.‎

Mantan Sekretaris Militer, Dr Tubagus Hasanuddin mengatakan, aksi pencoretan bendera merah putih yang dilakukan FPI telah mencederai nilai-nilai kebangsaan.

"Untuk itu, tidak ada alasan bagi Polri & TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI untuk segera menindak tegas organisasi massa yang dipimpin Rizieq Shihab tersebut," katanya.‎

Demonstrasi, kata Hasanuddin, sesungguhnya merupakan kegiatan yang legal dan sah di negara demokratis.

"Tapi, dalam kapasitas saya sebagai purnawirawan TNI, seluruh mata batin saya sungguh terluka atas perilaku FPI dalam demonya itu," katanya.

Menurut Hasanuddin, FPI telah menodai simbol kehormatan dan lambang supremasi negara yakni bendera merah putih.

"Apa yang dilakukan oleh FPI sudah di luar batas, dan kini tiba saatnya Polri untuk mengambil tindakan hukum," kata Hasanuddin.‎

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved