Mangku Wijana Cemas Kubangan Besar di Dekat PLTU Celukan Bawang Keluarkan Gelembung Air

Di tengah kubangan itu tergenang air dengan gelembung-gelembung air yang keluar dan mengalir deras ke laut.

Mangku Wijana Cemas Kubangan Besar di Dekat PLTU Celukan Bawang Keluarkan Gelembung Air
Tribun Bali / Lugas Wicaksono
Putu Mangku Wijana menunjukkan kubangan berdiamater sekitar lima meter tampak menganga di pesisir pantai dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali,Jumat (20/1/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebuah kubangan berdiamater sekitar lima meter tampak menganga di pesisir pantai dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Di tengah kubangan itu tergenang air dengan gelembung-gelembung air yang keluar dan mengalir deras ke laut.

Lokasi lubang kubangan itu tepat berada di dekat lahan milik seorang warga, Putu Mangku Wijana.

Menurut dia, kubangan dengan kedalaman tujuh meter itu adalah saluran pembuangan air limbah PLTU yang langsung dialirkan ke laut melalui pipa bawah tanah.

Sejak sekitar dua pekan lalu pipa air itu meledak dan airnya menyembur keluar dari dalam tanah.

“Awalnya biasa saja tanah saya tertutup dibuat ini buat terowongan untuk pembuangan air, terbuka akibatnya meledak, diperbaiki tapi dibiarkan begini habis digali gimana proyeknya penanganannya gimana gak tahu saya,” kata Wijana, Jumat (20/1).

Dikatakannya, ada tiga titik ledakan air di lokasi tersebut.

Bahkan menurutnya tidak sekali ini saja terjadi ledakan, pernah dahulu meledak, lalu diperbaiki dan kini kembali meledak di lokasi berbeda.

“Pas saya ngecek tanah sudah begini, tiga titik yang paling besar satu, sudah dua kali ini diperbaiki, gimana mungkin kok bisa meledak lagi,” ucapnya.

Pihak PLTU dengan melibatkan sejumlah pekerja asal Tiongkok sempat memperbaiki kebocoran pipa bawah tanah akibat meledak dengan membuat kubangan.

Namun sampai kini tidak kunjung selesai dan kubungan itu dibiarkan begitu saja menganga tanpa tahu kapan akan diperbaiki dan kembali ditutup.

Kini justru tidak tampak seorang pekerja pun yang memperbaiki kubangan itu, karena pekerja asal Tiongkok sedang pulang ke negaranya.

“Yang perbaiki ini kan pekerja dari Cina, habis digali dibiarkan begini. Mungkin yang kerja ini sudah gak sanggup perbaiki lalu kembali ke negaranya gak diteruskan pekerjaannya, dibiarkan begini saja,” ungkapnya.

Ia khawatir jika terus saja dibiarkan demikian kubangan tersebut maka akan semakin parah dan ledakan akan semakin banyak.

Kalau sudah demikian ia cemas akan berdampak pada lahan miliknya.

Kubangan akan semakin membesar karena tergerus air laut, dan abrasi dikhawatirkan akan menghabiskan lahan miliknya.

“Kalau dibiarkan terus begini bahaya kena abrasi lama-lama habis tanah saya,” katanya.

Ia tidak tahu apakah air limbah PLTU yang dialirkan ke laut itu mengandung bahan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan laut atau tidak.

“Berbahaya atau tidak untuk laut gak tahu juga saya ini karena saya kan orang awam,” ujarnya.

Sementara pihak PLTU Celukan Bawang masih belum dapat dikonfirmasi mengenai keluhan Putu Mangku Wijana tentang limbah tersebut.

Tribun Bali berusaha mengkonfirmasi dengan mendatangi PLTU, tetapi sampai di pintu masuk, petugas keamanan mengatakan manajemen sedang tidak berkenan menerima tamu. (*)

Putu Mangku Wijana menunjukkan kubangan berdiamater sekitar lima meter tampak menganga di pesisir pantai dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (20/1/2017).

Penulis: Lugas Wicaksono
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help