TribunBali/

Awalnya Tak Direstui Ibu, Kini Aliviola Putri Jadi Pemain Futsal Profesional SMAK Soverdi

Meski sibuk menuntut ilmu di bangku sekolah, Aliviola Putri Antonio memilih serius menekuni sebagai pemain futsal putri profesional.

Awalnya Tak Direstui Ibu, Kini Aliviola Putri Jadi Pemain Futsal Profesional SMAK Soverdi
Tribun Bali/ Ady Sucipto
Aliviola Putri Antonio, cewek 15 tahun yang tercatat sebagai pemain futsal putri SMAK Soverdi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Meski sibuk menuntut ilmu di bangku sekolah, Aliviola Putri Antonio memilih serius menekuni sebagai pemain futsal putri profesional.

Cewek 15 tahun yang tercatat sebagai pemain futsal putri SMAK Soverdi, mengaku sangat senang menekuni olahraga yang banyak dilakukan anak-anak cowok.

Siswi kelas XI jurusan IPS itu mengaku awalanya menggeluti olahraga basket sebagai favoritnya.

Seiring waktu, karena beberapa kali menuai pengalaman yang tidak mengenakan, dia akhirnya memilih futsal sebagai olahraga favoritnya.

“Dulunya sih suka basket, tapi karena latihannya lebih sering sampai malam dan sempat sakit-sakitan. Akhirnya memutuskan untuk berhenti. Kalau futsal iseng aja sih tiba-tiba saja ikut,” ucap Aliviola saat ditemui di Gedung KONI Bali, Selasa (24/1/2017).

Keputusan Aliviola untuk menekuni dunia futsal bukan tanpa halangan.

Orangtuanya, terutama sang ibu sempat menentang pilihannya menjadi pemain futsal di tim sekolahnya.

“Pertamanya agak nggak setuju terutama cewek, terus latihan sampai sering sakit. Tapi lama kelamaan dikasih aja sama beliau,” katanya seraya melepas tawa.

Selain bergabung di tim sekolahnya, pelajar berambut panjang ini sempat memperkuat tim Paradise Futsal Angels (PFA) di Liga Futsal Nusantara 2016 lalu.

Tak hanya itu, ketika membela tim sekolahnya pada turnamen kejuaraan futsal putri tahun lalu, dia pun sukses mengantarkan timnya meraih juara tiga.

“Sempat ikut Linus bela tim PFA, ikut turnamen futsal putri se-Bali dan dapat juara tiga,” kata Aliviola.

Menurutnya, olahraga futsal yang saat ini berkembang pesat punya tantangan tersendiri bagi remaja putri sepertinya.

Tak hanya butuh skill dan stamina fisik yang mumpuni, Aliviola mengatakan, mengatur emosi diri juga penting ketika menghadapi sebuah pertandingan.

“Kalau cedera nggak pernah, cuma kadang agak sensi aja sih kalau mainnya lawan agak kasar,” jelasnya singkat. (*)

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Irma Yudistirani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help