TribunBali/

Jangan Lakukan 13 Pantangan Ini Saat Merayakan Imlek Agar Tak Tertimpa Hal Buruk

Masyarakat Tionghoa menganggap hari pertama Tahun Baru Imlek merupakan awal mulanya nasib dan keberuntungan

Jangan Lakukan 13 Pantangan Ini Saat Merayakan Imlek Agar Tak Tertimpa Hal Buruk
Tribun Bali/I Made Argawa
Sejumlah warga melakukan persembahyangan menyambut Tahun Baru Imlek di Vihara Cattra Dharma, Tabanan, Minggu (7/2/2016) 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa hari lagi warga Tionghoa kembali merayakan hari raya Imlek.

Hari raya yang kini sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional itu dirayakan layaknya lebaran bagi masyarakat Melayu.

Imlek diisi dengan saling bersilahturahmi antar anak keluarga maupun antar sesama warga lintas agama maupun suku bangsa.

Masyarakat Tionghoa menganggap hari pertama Tahun Baru Imlek merupakan awal mulanya nasib dan keberuntungan pada tahun yang bersangkutan sehingga banyak sekali larangan dan pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Boleh percaya boleh tidak, semua tergantung kita.

Karena semua patangan dan larangan ini hanya semata-mata merupakan tradisi/kebiasaan agar keberuntungan pada sepanjang tahun baru ini menjadi lebih baik dan terhindar dari nasib-nasib buruk.

Tentunya, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa pantangan maupun larangan sudah mulai ditinggalkan.

Beberapa pantangan dan larangan terhadap kegiatan yang disebut seperti dibawah ini hanya merupakan referensi dan pengetahuan tentang tradisi pantangan dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Berikut 13 pantangan maupun larangan dalam merayakan Imlek dilansir dari laman Tionghoa.info :

1. Dalam ucapan, kata-kata seperti Mati, Miskin, Hilang, Rusak, Sakit, Mati, Hantu, Habis, kalah dan kata-kata lainnya yang tidak baik atau yang mengandung arti negative juga tidak boleh diucapkan.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help