TribunBali/
Home »

Sport

» Basket

Pelatih SSB Bintang Timur Menilai Panitia Danone Cup Bali dan Pusat Tidak Fair

Panitia Danone Cup regional Bali dan Pusat, memutuskan menolak SSB Bintang Timur (tim dari perbatasan RI - Timor Leste) ikut dalam helatan turnamen

Pelatih SSB Bintang Timur Menilai Panitia Danone Cup Bali dan Pusat Tidak Fair
Tribun Bali/Ady Sucipto
Panitia menggelar technical meeting bersama para peserta di gedung sekolah SMP 4 Denpasar, Jumat (27/1). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Panitia event festival sepakbola usia dini Danone Cup 2017 di Bali dan panitia yang datang dari pusat (Jakarta) dinilai tidak fair.

Panitia Danone Cup regional Bali dan Pusat, memutuskan menolak SSB Bintang Timur (tim dari perbatasan RI - Timor Leste) ikut dalam helatan turnamen U - 21 yang digelar di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, mulai tanggal 28-29 Januari 2017.

"Kami sudah datang jauh dari daerah perbatasan tapi panitia seakan tidak ingin mendengar alasan kami terlambat. Pak Gus Pur panitia lokal di Bali (regional Bali) saat kita ingin berkomunkasi dan menjelaskan alasan teknis keterlambatan kami, dia selalu menghindar, " kata pelatih SSB Bintang Timur, Lipus Fernándes, kepada Tribun Bali, Sabtu (28/1/2017).

Lipus menjelaskan kronologis mengapa SSB Bintang Timur tiba terlambat di Denpasar.

Pertama, menurut Lipus, karena miskomunikasi antara Korwil Danone NTT Pak Dayat dengan Pengurus SSB Bintang Timur terkait kepastian jadwal screening (penyaringan berkas dan tes medis anak usia 12 tahun).

"Korwil Danone NTT semula sampaikan kalau jadwal screening tanggal 27. Setelah ada ada perubahan ke 26 Januari dia tidak kabarkan lagi. No hp Korwil NTT tidak aktif saat kita berkomunikasi. Akhirnya kami berangkat dari Kupang (setelah perjalanan darat 7 jam dari perbatasan RI - Timor Leste) 26 Januari, tapi karena pesawat delay, kami tiba terlambat di Denpasar, pukul 19.00 wita (7 malam), dan Screening sudah tutup, " kata Lipus.

Lipus menjelaskan, Danone Cup ini hanya festival sepakbola usia dini.

Apa salahnya, jika panitia tetap memberi kesempatan bagi anak - anak ini untuk tetap bertanding menambah motivasi mereka untuk berlatih sepakbola.

"Seharusnya ada pertimbangan kemanusiaan dari panitia Danone Bali dan Pusat. Tapi justru panitia tidak ingin berkomunkasi dan melakukan pembiaran terhadap tim ini. Kami kecewa panitia tidak fair menilai kondisi tim ini. Keterlambatan kami itu masalah teknis, bukan dibuat buat," tegas mantan pemain Persis Solo ini.

Pantauan Tribun Bali, saat Lipus menemui panitia Danone Pusat di SMPN 4 Denpasar, Jumat (27/1/2017), ingin menjelaskan bahwa Ssb Bintang Timur juga menggelar Danone Cup di daerah perbatasan (Belu) diikuti 14 tim dari tiga kabupaten di perbatasan, tapi panitia tidak mau mendengarnya.

Halaman
12
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help