Home »

Bali

Biaya Tes Sperma di Bali Naik, Ini Daftarnya

Pengenaan retribusi ini sejatinya berdasarkan ketentuan perundang-undangan bahwa pemanfaatan barang milik pemerintah harus dibayar.

Biaya Tes Sperma di Bali Naik, Ini Daftarnya
Tribun Bali
Grafis tes kesehatan di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Legislator DPRD Bali mempertanyakan rencana Pemprov Bali untuk pengenaan retribusi di bidang kesehatan dalam rangka rencana revisi Perda Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

Kenaikan itu misalnya untuk pemeriksaan darah awalnya Rp 12.500 menjadi Rp 30.000.

Kemudian tes sperma awalnya, Rp 66.900 menjadi Rp 90.000.

Dalam rencana revisi perda tersebut ada beberapa item pelayanan kesehatan dibawah di UPT Jaminan Kesehatan Masyarakat Bali (JKMB) dan UPT Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali yang mengalami kenaikan.

Dimana diantaranya yakni pemeriksaan Kadar Hemoglobin yang dahulu cuma bayar Rp 12.500 menjadi Rp 30.000.

Sperma Analisa yang awalnya Rp 66.900 menjadi Rp 90.000. Ada juga potensi retribusi baru seperti Pap Smear (SSBC) yang awalnya belum masuk retribusi daerah kini dikenakan sebesar Rp 300.000.

I Wayan Rawan Atmaja, dari Fraksi Golkar menjelaskan perubahan pasal 7 revisi Perda No 2 Tahun 2011 mengenai struktur dan besaran tarif retribusi pelayanan kesehatan.

Khususnya yang dituangkan dalam lampiran 1 Ranperda tersebut harus dikaji kembali, ia berharap agar pengenaan retribusi tidak memberatkan masyarakat.

“Lagipula apakah pengenaan retribusi ini tidak bertentangan dengan konsep pelayanan kesehatan gratis yang didengungkan ke masyarakat?,” sindir Rawan Atmaja saat sidang paripurna Gedung DPRD Bali, Rabu (1/2/2016).

Hal senada dikatakan I Wayan Adnyana, dari Fraksi Demokrat yang sepenuhnya mendukung potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi pelayanan persampahan/kebersihan.

Halaman
1234
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help