TribunBali/

Tini Jammen: Ketika Melukis, Aku Seperti Ada Dalam Lukisan Itu

Sejak duduk di bangku taman kanak-kanak, hasil karyanya selalu menjadi perhatian sang guru

Tini Jammen: Ketika Melukis, Aku Seperti Ada Dalam Lukisan Itu
Istimewa
Tini Jameen (nomor dua dari kiri) bersama seorang rekannya dan karya lukisannya. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA- Seniman lukis asal  Yogyakarta Tini Jammen akan menggelar pameran di Balai Budaya Jakarta bersama para pelukis lainnya, Senin (20/2/2017).

Seniman yang lahir di Lumajang, Jawa Timur ini dibesarkan dari keluarga seniman.

Sang ayah selain terjun di dunia musik, juga piawai dalam melukis.

Bakatnya berawal dari kebiasannya melihat sang ayah melukis."Aku jadi ikutan melukis. Corat-coret di kertas dengan cat grego jaman itu. Sesekali sambil curi-curi sisa cat bapak yang ada di palet. Biasanya, aku pakai cora-coret di kertas atau triplek," kenang wanita yang memiliki dua putri bernama Sakti dan Santi.

Menurut Tini, sejak duduk di bangku taman kanak-kanak, hasil karyanya selalu menjadi perhatian sang guru.

"Guru TK saya waktu itu namanya Bu Sita. Sejak SD aku juga suka ikut lomba dan alhamdulillah menang," ujarnya.

Waktu itu sekitar tahun 1990. Ia sedang liburan ke Jakarta. Ketika naik bus, ia melihat ada spanduk bertuliskan lomba lukis tingkat Remaja di Gelanggang Remaja Jakarta Pusat. Setelah ikut, akhirnya ia menjadi juaranya.

"Aku turun dari bus dan langsung daftar. Aku kemudian dapat trophy sebagai pelukis terbaik tingkat Remaja," kenangnya.

Siapa pelukis Indonesia yang anda kagumi?

"Waktu kecil aku hanya tahu pelukis besar itu adalah Basuki Abdullah. Bapakku dulu sering mendapat pesanan lukisan dari karya Basuki Abdullah. Maklum bapakku pelukis di kota kecil. Jadi orang suka yang naturalis dan realis," tutur Tini yang pernah memamerkan karyanya di sejumlah daerah diantaranya, Bali, Gresik, Probolinggo, Yogyakarta dan Jakarta.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help