TribunBali/
Home »

Bali

Dharma Wacana

Dosa Besar, Perjalanan Roh Orang Bunuh Diri Terkatung-katung, Disiksa 60 Ribu Tahun

Kitab Sarasamuccaya 4 telah memberikan tuntunan kepada umat Hindu bahwa penjelmaan ini adalah jembatan emas untuk bisa lepas dan bebas dari lautan

Dosa Besar, Perjalanan Roh Orang Bunuh Diri Terkatung-katung, Disiksa 60 Ribu Tahun
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kitab Sarasamuccaya 4 telah memberikan tuntunan kepada umat Hindu bahwa penjelmaan ini adalah jembatan emas untuk bisa lepas dan bebas dari lautan penderitaan melalui perbuatan baik.

Penjelmaan sebagai manusia sangat sulit didapat meskipun hina atau menderita, janganlah hal ini dijadikan alasan mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.

Baca: Jasad Dua Sejoli Terikat dan Berpelukan di Danau Batur, Keluarga Terima Sebagai Musibah

Baca: Ini Penyebab Maraknya Kasus Bunuh Diri Menurut Ahli Kejiwaan Prof Suryani

Baca: BREAKING NEWS: Bangli Heboh, Sepasang Kekasih Tewas Bunuh Diri Sehari Sebelum Valentine

Bunuh diri akan membawa roh manusia masuk pada asurya loka yaitu suatu tempat yang penuh dengan kegelapan, di mana ia tidak akan menemukan cahaya dan tidak ada jalan keluar dan hanya ada kegelapan. Itulah yang disebut neraka.

Dalam ajaran Agama Hindu, dengan jelas disebutkan bahwa tindakan bunuh diri merupakan dosa besar.

Karena itu sama sekali tidak dibenarkan.

Mantan jurnalis yang kini menjadi pendeta, Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda menyebutkan, manusia salah jika menggunakan kuasa yang dimilikinya untuk mengakhiri hidup.

Pimpinan Pasraman Dharmasastra Manikgen, Desa Pujunga, Tabanan, itu menyebutkan bunuh diri atau ulah pati merupakan tindakan yang salah, bahkan mungkin menurut semua ajaran agama di dunia.

Halaman
123
Penulis: I Made Argawa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help