TribunBali/

Berita Banyuwangi

Istri Nelayan Ini Kaget saat Terima Uang Rp 160 Juta, Ternyata

Setelah suaminya meninggal dunia, saat ini Usmiatun menjadi tulang punggung keluarga karena tiga anaknya masih sekolah.

Istri Nelayan Ini Kaget saat Terima Uang Rp 160 Juta, Ternyata
surya/haorrahman
Para nelayan mendapat klaim asuransi‎ dari Pemkab Banyuwangi, Jumat (17/2/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Usmiatun, warga Grajagan, Banyuwangi matanya berbinar setelah menerima klaim asuransi sebesar Rp 160 juta,  Jumat (17/2/2017).

Ibu berusia 50 tahun itu, mendapat Rp 160 juta karena suaminya, Slamet Ngadiyono meninggal dunia akibat sakit komplikasi, Januari 2017 lalu.

"Saya tidak tahu kalau suami saya ikut asuransi nelayan. Ikutnya mulai kapan saya juga tidak tahu," kata ibu tiga anak tersebut.

Menurut Usmiatun, uang itu nantinya akan digunakan untuk tambahan modal jualan udang di pasar.

Setelah suaminya meninggal dunia, saat ini Usmiatun menjadi tulang punggung keluarga karena tiga anaknya masih sekolah.

Di Banyuwangi terdapat program asuransi untuk nelayan‎. Tiap nelayan membayar premi asuransi sebesar Rp 175.000 per tahun.

Ketika nelayan tersebut meninggal dunia mendapat Rp 160 juta.

Jumlah klaim asuransi makin besar apabila nelayan meninggal saat melaut bisa mencapai Rp 200 juta lebih.

"Premi asuransinya sangat kecil. Jauh lebih mahal harga rokok," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas usai memberikan secara simbolis klaim asuransi pada nelayan.

Anas mengatakan, program asuransi ini dari pusat. Namun masyarakat nelayan butuh informasi dan fasilitasi.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help