Rizieq Shihab Ajukan Lima Saksi Ahli ke Polisi

Tim kuasa hukum tengah mencari waktu luang saksi ahli untuk dibawa ke Polda Jabar

Rizieq Shihab Ajukan Lima Saksi Ahli ke Polisi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2017). Habib Rizieq menjalani pemeriksaan selama 4 jam sebagai saksi terkait dugaan kasus penghinaan rectoverso di lembaran uang baru dari Bank Indonesia, yang disebutnya mirip logo 'palu arit'. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Tim Kuasa Hukum Rizieq Shihab segera mengajukan nama saksi ahli ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

Tim kuasa hukum tengah mencari waktu luang saksi ahli untuk dibawa ke Polda Jabar.

"Sedang dikoordinasikan dengan jadwal ahlinya. Kesulitan kami adalah penyesuaian waktu ahli dan polisi harus mnyesuaikannya," Ketua Bantuan Hukum (BH) FPI Jabar, Kiagus Muhammad Choiri kepada Tribun melalui pesan singkat, Jumat (17/2/2017).

Choiri mengatakan, tim kuasa hukum akan mengajukan lima saksi ahli yakni ahli pidana, saksi ahli bahasa Indonesia dan daerah, saks ahli IT, saksi ahli digital forensik, dan pakar sejarah Pancasila.

"Itu rencananya," kata Choiri.

Ia belum memastikan kapan nama saksi ahli itu diajukan ke Polda Jabar.

Choiri mengatakan, pihaknya akan mengajukan satu per satu saksi ahli untuk dimintai keterangan di Polda Jabar.

Teknisnya,  ahli akan menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan, sedangkan polisi mencatatnya ke berita acara pemeriksaan.

"Saksi yang siap duluan yang kami ajukan," kata Choiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rizieq telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus penghinaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden Sukarno di Polda Jabar, Senin (13/2/2017).

Rizieq pun mengajukan saksi ahli untuk diperiksa di Polda Jabar atas kasusnya usai menjalani pemeriksaan.

Rizieq dikenakan pasal 154 a KUHPidana dan pasal 320 KUHPidana. Kasus tersebut dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri pada Oktober 2016 ke Bareskrim Mabes Polri.

Kasus itu dilimpahkan ke Polda Jabar pada November 2016.

Rekaman video berdurasi 2 menit 13 detik menjadi barang bukti dalam kasus itu. (cis)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help