Home »

Bali

Ketut Suandita dan Polisi Terlibat Aksi Kejar-Kejaran di Jalanan, Ternyata Telah Beraksi 100 Kali!

Kendaraan kepolisian Polsek Sukawati berusaha mendekati dan menghentikan laju kendaraan Ketut Suandita

Ketut Suandita dan Polisi Terlibat Aksi Kejar-Kejaran di Jalanan, Ternyata Telah Beraksi 100 Kali!
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ketut Suandita saat diamankan di Polsek Sukawati 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sepeda motor vario DK 2472 KH melaju kencang di Jalan Raya Gianyar, Jumat (3/3/2017) pukul 08.30 Wita.

Sementara dibelakangnya, kendaraan kepolisian Polsek Sukawati berusaha mendekati dan menghentikan laju kendaraan yang dikendarai  I Ketut Suandita (21) asal Banjar Bangkelasan, Desa Mas, Ubud itu.

Suandita akhirnya bisa dihentikan saat berada di Jalan Untung Surapati, Gianyar.

Tanpa perlawanan, pria berkulit sawo matang dengan tato di lengan kananya tersebut pun diborgol, lalu dibawa ke Mapolsek Sukawati, sekitar pukul 09.00 Wita.

Kapolres Gianyar, AKBP Waluya mengungkapkan, Suandika merupakan buronan kepolisian, yang kerap melakukan pungutan liar dengan mengatas namakan dana punia.

Dalam menjalankan aksinya, Suandita kerap membawa-bawa nama lembaga adat, dan dia sendiri mengaku sebagai pecalang dari lembaga adat yang digunakannya sebagai kedok.

Dia biasanya menyasar toko-toko milik orang luar Bali. 

“Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku telah melakukan aksinya sejak tahun 2016. Saat beraksi, dia selalu membawa kuitansi palsu. Dengan mencatut lembaga adat, dia meminta dana punia sebesar Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu pada para korban. Uang itu lantas digunakannya untuk foya-foya,” ungkap Kapolres.

Berdasarkan data kepolisian, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak ratusan kali. Di antaranya, enam TKP (tempat kejadian perkara) di Desa Sukawati, delapan TKP di Singapadu, empat TKP di Celuk, dan beberapa desa di tiga kecamatan di Gianyar.

“Dari semua TKP yang disasarnya, pelaku mengaku tidak ingat toko-toko dan siapa korbannya,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help