Australia Plus

Menteri Perdagangan Pariwisata dan Investasi Australia ke Indonesia Bawa Misi Dagang

Delegasi bisnis Australia yang terdiri dari 120 orang akan berperan dalam program dengan rangkaian 57 acara di lima kota termasuk Jakarta, Bali, dll.

Menteri Perdagangan Pariwisata dan Investasi Australia ke Indonesia Bawa Misi Dagang
istimewa
Australia Flag 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menteri Perdagangan, Pariwisata dan Investasi Australia, Steven Ciobo akan memimpin misi dagang besar ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pekan Bisnis Indonesia Australia (IAWB), pekan ini.

IAWB akan menciptakan lebih banyak peluang ekspor untuk bisnis Australia dengan memusatkan pada sektor-sektor industri dimana kepakaran Australia akan sesuai dengan potensi perniagaan di Indonesia.

Delegasi bisnis Australia yang terdiri dari 120 orang akan berperan serta dalam sebuah program dengan rangkaian 57 acara di lima kota termasuk Jakarta, Surabaya, Bali dan Lombok.

Program tersebut akan menyoroti peluang-peluang dalam pendidikan kejuruan dan pelatihan, pariwisata, jasa keuangan dan teknologi, air dan desain perkotaan yang berkelanjutan serta rantai pasokan agribisnis.

Dengan populasi lebih dari 255 juta dan ekonomi yang mendekati 1 triliun dolar AS, ada cakupan yang sangat besar untuk memperluas perdagangan kita dengan Indonesia – mitra perdagangan terbesar nomor 13.

Puluhan juta rumah tangga di Indonesia diperkirakan akan bergabung dengan kelas menengah dalam lima tahun ke depan, menghadirkan peluang nyata untuk eksportir Australia untuk memasok kebutuhan konsumen Indonesia yang terus tumbuh akan barang dan jasa dari Australia.

IABW juga menghadirkan peluang untuk melanjutkan prioritas utama perdagangan Pemerintahan PM Malcolm Turnbull yaitu; Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA).

"Menteri Perdagangan Indonesia Lukita dan saya akan bertemu kembali minggu ini karena kami bekerja untuk merampungkan negosiasi pada akhir tahun ini," kata dia.

Sekarang adalah waktu yang sangat tepat untuk menghasilkan IA-CEPA yang ambisius, menyusul kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia baru-baru ini.

Selama kunjungannya, diumumkan bahwa Indonesia akan memangkas tarif gula untuk ekspor Australia– kemenangan besar untuk petani tebu kita.

Hal ini menyusul keputusan Indonesia untuk memperluas persyaratan impor ternak yang akan memungkinkan Australia mengekspor lebih banyak sapi hidup – salah satu hasil luar biasa dari IA-CEPA.

Merampungkan IA-CEPA akan menjadi landasan bagi tiga hal terkait yaitu kesepakatan perdagangan bebas dengan Koalisi antara China, Jepang dan Korea serta pembaruan besar-besaran untuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) dengan Singapura. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help