TribunBali/

Duh, Ada Benda Asing Menyerupai Janin dalam Perut Bayi 10 Bulan Ini

saat ini bayi tersebut tengah dirawat secara intensif di RSUD Provinsi NTB. Bayi umur 10 bulan itu pasien rujukan dari RS dr Soedjono, Selong, Lombok

Duh, Ada Benda Asing Menyerupai Janin dalam Perut Bayi 10 Bulan Ini
Kompas.com

TRIBUN-BALI.COM - Tim dokter RSUD Provinsi NTB menemukan cairan dan benda asing yang dicurigai menyerupai janin di dalam perut MA Zikri, bayi laki-laki asal Lombok Timur yang masih berusia 10 bulan.

Kecurigaan adanya kelainan tersebut muncul setelah tim dokter RSUD Provinsi NTB melakukan serangkaian pemeriksaan dan CT-scan pada 15 Maret 2017.

"Perlu kita melakukan penelitian lebih lanjut terhadap pasien ini untuk memastikan (dugaan) adanya janin. Memang ditemukan gambaran mirip, tetapi belum tentu," kata Direktur RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri dalam keterangan pers, Jumat (17/3/2017).

Fikri menjelaskan, saat ini bayi tersebut tengah dirawat secara intensif di RSUD Provinsi NTB. Bayi umur 10 bulan itu pasien rujukan dari RS dr Soedjono, Selong, Lombok Timur.

Saat datang, kondisi perut bayi kembung dan kencang. Dokter menduga bayi tersebut mederita gangguan usus.

Menurut informasi dari keluarga, perut bayi mulai membesar sejak satu minggu setelah dilahirkan hingga berusia 10 bulan.

Untuk menangani kasus tersebut, tim dokter yang terdiri dari dokter spesialis bedah, spesialis anak, spesialis kandungan dan spesialis radiologi telah melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk melakukan CT-scan.

Fikri mengatakan, kesimpulan sementara, tim dokter menemukan asites atau cairan dan masa (benda asing) di dalam perut bayi yang dicurigai mirip dengan janin. Gambaran yang dicurigai janin itu sebenarnya adalah masa yang mati atau tidak bergerak.

Pihak rumah sakit belum bisa memastikan sebelum ada penelitian lebih lanjut. "Ada gambaran tulangnya ada di situ, tubuh tapi tidak sempurna. Tetapi itu perlu diteliti lebih lanjut lagi," kata Fikri.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Provinsi NTB dr Agus Rusdi SpOG menambahkan, di dalam ilmu kedokteran ada istilah fetus in fetu, yaitu bayi kembar tapi tubuh janin atau bayi kembar berikutnya terjebak di dalam organ tubuh kembarannya.

Kasus fetus in fetu menurut Rusdi merupakan kasus yang jarang terjadi. Di seluruh dunia hanya ada 200 kasus yang telah dilaporkan.

"Tapi untuk memastikan itu janin atau tidak, setelah dikeluarkan, dibelah, dilihat apakah itu memang betul gambaran tulang dan lain sebagainya," kata Rusdi.

Rusdi mengatakan, butuh persiapan yang matang untuk melakukan tindakan pengangkatan benda asing tersebut dari dalam perut sang bayi. Jangan sampai mengganggu organ-organ lainnya.

"Setelah diangkat pun, memang prosedur di rumah sakit adalah setiap organ yang dikeluarkan dari tubuh manusia selalu diperiksa, patologi anatomi istilahnya. Nanti akan dilihat apakah memang kembarannya atau memang yang tumbuh dari organ-organ lain," tutupnya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help