TribunBali/
Home »

Bali

Tabanan Akan Promosi Pariwisata di 3 Kota Besar di Indonesia

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan menyebutkan promosi pariwisata itu diperuntukkan untuk beberapa kegiatan pameran dan pembuatan brosur serta promosi

Tabanan Akan Promosi Pariwisata di 3 Kota Besar di Indonesia
tribun bali
Wisatawan di pantai Yehgangga yang berada di Desa Sudimara, Tabanan, Senin (22/6/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Dengan luas lebih dari 839 kilometer persegi atau sekitar 14 persen dari luas total Pulau Bali, Kabupaten Tabanan memiliki berbagai obyek wisata, mulai dari wisata budaya, gunung, danau hingga pantai.

Dengan banyaknya potensi wisata itu, dana promosi wisata di Dinas Pariwisata Tabanan hanya Rp 200 juta pada 2017.

Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Made Yasa menyebutkan, dana promosi pariwisata itu diperuntukkan untuk beberapa kegiatan pameran dan pembuatan brosur serta promosi lewat internet.

“Tahun 2017 kami akan ikut pameran di tiga kota, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Selain itu anggaran pariwisata juga untuk pembuatan brosur dan pemasaran lewat internet,” jelasnya, Jumat (17/3/2017).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tabanan itu menerangkan, dalam promosi wisata dengan dana terbatas itu pihaknya melakukan seleksi untuk promosi langsung. Karena terkait dengan tempat dan ukuran brosur.

“Tim seleksi dari provinsi, tempat wisata yang sudah terkenal tetap masuk promosi begitupun yang baru dan wisata alternatif,” jelasnya.

Jika tidak masuk dalam promosi langsung, pihaknya akan memasukkan dalam internet dan website instansi pariwisata lain, terutama untuk obyek wisata alternatif atau yang baru berkembang.

“Kami bawa ke website dinas pariwisata Provinsi Bali, Kaddin dan Kementerian Pariwisata. Kami ambil foto dan tunjukkan potensi daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Sudimara, I Nyoman Ariadi mengatakan, untuk pengembangan obyek wisata berupa promosi saat ini memang belum dirasakannya. Padahal desanya sudah masuk dalam program desa wisata. Selain itu, pihaknya juga masih mencari bentuk pariwisata apa yang akan dikembangkan di wilayahnya.

“Untuk promosi belum. Selain itu kami juga masih mencari bentuk pariwisata apa yang akan disajikan,” ujarnya.

Ia menerangkan, wilayahnya memiliki area pertanian dengan jalur tracking, pantai Yehgangga dan kegitaan seni budaya.

Disebutkannya hal tersebut masih membutuhkan proses dan saat ini sudah bekerja sama dengan konsultan pariwisata dari sebuah universitas di Denpasar. “Masih sedang penjajakan, Wilayah kami sudah ada hotel, pantai sebagai tempat surfing juga ramai dikunjungi wisatawan dan ada akomodasi penyewaan kuda dan penyewaan kendaraan ATV,” paparnya.

Ariadi menilai, Pantai Yehgangga sebagai tempat surfing bisa menjadi pilihan alternatif bagi wisatwan sehingga perlahan-lahan akan mengangkat perekonomian warga sekitar.

“Saat ini memang belum tergarap maksimal, cuman masih kami kembangkan dan butuh proses,” paparnya. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: I Made Argawa
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help