Bahaya Media Sosial, Mahasiswi Ini Nyaris Bunuh Diri Gara-gara Ditandai dalam Sebuah Status

Hari-harinya begitu menyesakkan karena rasa malu bercampur marah akibat dihina dan dihujat mengunakan kata-kata kasar di media sosial .

Bahaya Media Sosial, Mahasiswi Ini Nyaris Bunuh Diri Gara-gara Ditandai dalam Sebuah Status
Tribun Manado
Ilustrasi 

Pria 20 tahun yang akrab disapa Brian ini datang ke Polresta Manado pada Januari 2017.

Ia sangat keberatan karena rekannya menuduh dirinya sebagai penipu dan tuduhan di sebarluaskan melalui media sosial.

Saat pertama membaca ia sangat terkejut, malu, dan marah. Pasalnya, tudingan itu sangat tidak benar.

Akibat status di media sosial yang berisi penghakiman itu, keluarganya sempat marah besar dan meminta dirinya mengklarifikasinya.

Setelah bersusah payah menjelaskan kepada keluarganya, ia kemudian memutuskan melapor kasus yang ia alami ke Polresta Manado. Akibat postingan media sosial yang dilakukan temannya, nama baiknya sudah tercemar.

Sementara itu, data yang diperoleh Tribun Manado di Polda Sulut, dalam dua tahun terakhir terdapat 114 laporan polisi terkait pencermaran nama baik melalui media sosial.

Pada tahun 2015 terdapat 45 kasus, sedangkan tahun 2016 meningkat dengan sangat pesat yakni 74 kasus.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan Polda Sulut terus berupaya keras untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menggunakan teknologi dengan baik.

"Kami sudah sering berikan sosialisasi ke masyarakat, bagaimana cara menggunakan teknologi yang baik agar tidak dilaporkan oleh orang lain," aku Tompo.

Tompo melanjutkan, dalam Undang-undang Informasi dan Teknologi sangat jelas tertulis bahwa jika kita melanggar akan tekena pidana penjara dan denda puluh juta hingga miliaran.

"Kalau dulu mulutmu adalah harimaumu, sekarang jempolmu bisa jadi harimau mu," tandas Tompo. (nie)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help