Home »

Bali

Krama Bali Terkena Meningitis Babi

Status KLB Meningitis Berakhir, Hindari Penularan, Jangan Mengolah Daging Saat Tangan Luka

Masyarakat menganggap KLB adalah wabah penyakit, padahal KLB dengan wabah tidak sama.

Status KLB Meningitis Berakhir, Hindari Penularan, Jangan Mengolah Daging Saat Tangan Luka
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury/Prima
babi ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Status Kejadian Luar Biasa (KLB) bakteri Meningitis Streptococcus Suis (MSS) babi akhirnya berakhir.

Hal ini menyusul tidak lagi ada laporan kasus serupa dalam beberapa hari terakhir.

“Astungkara, Hari Raya Nyepi dan Galungan sudah dekat, tidak adanya laporan kasus. Maka, KLB MSS sudah dicabut dan berakhir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, Minggu (19/3/2017).

KLB ini pertama kali ditetapkan Dinkes Kabupaten Badung, setelah 19 orang di Desa Sibang Gede, Abiansemal, mengalami gejala sakit suspect MSS.

Suarjaya mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat telah salah persepsi menerjemahkan KLB.

Masyarakat menganggap KLB adalah wabah penyakit, padahal KLB dengan wabah tidak sama.

Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat. Jumlah penderitanya meningkat secara nyata pada waktu dan ada di daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.

Sementara KLB adalah peningkatan angka suatu kasus dalam periode waktu yang sama.

“Tahun 2014 silam terdapat tiga kasus MSS di Buleleng. Dalam periode yang sama tahun 2017 muncul kasus serupa, tapi jumlahnya melonjak menjadi 40 kasus. Semoga tidak ada lagi muncul kasus MSS atau bakteri lain. Semoga ini bisa menjadi pelajaran kita bersama,” ujarnya.

Meski sudah tidak ditemukan kasus, Dinkes Bali tetap belum membubarkan tim pemantau. Tim pemantau kata dia tetap bekerja dengan membuat laporan update tiga kali sehari mengenai perkembangan kasus tersebut.

Halaman
123
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help