Home »

Bali

Tama Minta Kejelasan Aset di St. Regis, Sebut Aset Pemprov Bali Susut 13 Ha di ITDC

Hotel mewah bintang lima ini juga berlokasi di kompleks ITDC, dan aset Pemprov Bali yang digunakan pihak hotel seluas dua hektare.

Tama Minta Kejelasan Aset di St. Regis, Sebut Aset Pemprov Bali Susut 13 Ha di ITDC
Tribun Bali/AA gde Putu Wahyura
Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan, DPRD Bali, Ketut Tama Tanaya 

TRIBUN-BALI.COM,  MANGUPURA - Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tanaya menilai ada penyusutan aset Pemprov Bali di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua, Badung.

Di awal penataan ITDC pada tahun ‎1979, Tama menyebut aset Pemprov Bali di sana seluas 52 hektare.

Namun, setelah penataan kini tinggal 39 hektare. Ia menduga selama ini ada penyusutan lahan aset Pemprov Bali seluas 13 hektare.

“Jangan sampai aset pemprov terus menyusut dan habis jadi hak milik perorangan atau perusahaan.  Ini yang perlu diselidiki dan diungkap,” ujar Tama di Denpasar, Minggu (19/3/2017).

Selain mengkritisi adanya penyusutan aset Pemprov Bali di ITDC secara keseluruhan, Tama juga meminta adanya kejelasan nilai aset Pemprov Bali di Hotel St. Ragis Nusa Dua, tempat Raja Arab Saudi dan rombongannya menginap pada awal Maret lalu.

Hotel mewah bintang lima ini juga berlokasi di kompleks ITDC, dan aset Pemprov Bali yang digunakan pihak hotel seluas dua hektare.

“Selama ini dewan tidak pernah mengetahui jalinan kerjasama pihak hotel dengan Pemprov Bali atau pihak eksekutif. Kami ingin tahu, bentuk kerjasama seperti apa. Misalnya, apakah berbentuk saham atau dapat setoran tunai dari hotel. Kalau berupa uang, uangnya masuk ke pos mana,” ujar politisi asal Tanjung Benoa ini.
‎Selain hotel St. Regis, aset-aset lain Pemprov Bali juga berada di Hotel Grand Hyatt dan Shangri La.

Khusus Shangri La, menurit Tenaya, kerjasama dengan Pemprov Bali akan berakhir tahun 2018.

Ia tidak ingin nanti aset tersebut berubah status, yang nilanya bisa sampai triliunan rupiah.

Oleh karena itu, usai hari raya Nyepi, DPRD Bali kembali merencanakan membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki asset-aset milik Pemprov Bali.  

“Yang perlu diselidiki, antara lain, semua aset tanah pemprov sudah memiliki sertifikat atau belum. Bisa saja aset pemprov berubah menjadi aset pribadi atau perusahaan. Tidak hanya dibangun hotel, tapi bisa dibangun akomdasi pariwisata lain seperti vila,” ujar politisi PDIP ini.
Secara terpisah, Kepala UPT Pengamanan Aset Pemprov Bali, Ketut Nayaka mengatakan tidak hafal secara jelas nilai aset Pemprov Bali di ITDC.

Namun, ia mengatakan bahwa aset Pemprov Bali di ITDC seluas 39 Ha dan terletak di lapangan golf.

“Di situ yang kita kerjasamakan adalah tanah. Aset kita 39 hektare di lapangan golf dari lahan seluas 95 hektare. ITDC sebagai pihak pertama. Sisanya milik ITDC. Kalau ada penyusutan, saya tidak tahu karena baru mengurusi aset. Awalnya mau dibangun hotel di atas lahan kita, tetapi belum terlaksana sampai sekarang,” ujar Nayaka ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Sedangkan terkait aset Pemprov Bali di hotel St. Regis yang disebut Tama seluas 1,8 hektare, Nayaka mengatakan sudah ada kerjasama perjanjian pemanfaatan lahan oleh pihak hotel selama 30 tahun sampai tahun 2032.

“Aset kita di St. Regis ada di dekat kolam renang, taman, dan sebagian restoran yang menghadap ke pantai. Bangunan hotelnya gak termasuk. Pendapatannya tahun 2016 lalu sebesar Rp 2,8 miliar,” jelas Nayaka.(*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help