TribunBali/
Home »

Bali

Bali Alami Defisit Air 13 Persen Per Tahun, Hal Ini Jadi Penyebab Utamanya

Defisit ini menunjukkan jarak antara ketersediaan air dan kebutuhan air di Bali yang semakin lebar

Bali Alami Defisit Air 13 Persen Per Tahun, Hal Ini Jadi Penyebab Utamanya
Tribun Bali/Cisilia Agustina Siahaan
Jumpa Pers Lokakarya Internasional PARADISE IN CRISIS: Water Scarcity vs Socio-environmental stability, Rabu (22/3/2017) di Kubu Kopi. 

Seperti salah satu solusi nyata yang diajukan oleh Bali Water Protection Program dengan penerapan sumur resapan sebagai penanggulangan masalah defisit air. Di mana sumur resapan ini akan "memanen" air hujan untuk mengisi akuifer, lapisan bawah tanah bumi yang terisi air.

Saat ini ada total 6 sumur resapan di Bali, satu di antaranya ada di Denpasar. BWP Program sendiri berencana membangun 136 sumur resapan di Bali.

"Everyone of us have to solve this problem together. Tanpa kepedulian dari masing-masing krisis ini akan terus berlanjut," tambah perempuan asal Inggris tersebut.

Apalagi di Bali ada 11 lembaga yang mengurus air. Untuk itu menurut Viebeke yang dibutuhkan saat ini adalah peran serta dan kebijakan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.

Dalam lokakarya berisi seminar dan juga pameran yang akan diselenggarakan besok, Kamis (23/3/2017) di Gedung Pasca Sarjana Unud, Denpasar diharapkan bisa mendorong pemerintah dan pelaku pariwisata untuk mengambil sikap.

"Ada 11 lembaga yang menangani air di Bali. Kalau sampai terjadi krisis air ini bagaimana? Maka dari itu untuk seminar besok kami mengundang semua stakeholder, baik dari pemerintah, pelaku pariwisata, akademisi, tokoh masyarakat, termasuk NGO. Fokus lokakarya ini memang mengidentifikasi dan menyepakati tindakan apa yang harus dikerjakan," ujar Viebeke.

Loka karya itu sendiri akan dibagi menjadi dua sesi utama, yakni sesi paparan narasumber serta sesi penyusunan draft rencana aksi. Dari hasil loka karya tersebut akan dirangkum oleh pihak Unud untuk kemudian dibawa sebagai rekomendasi ke Pemerintah Daerah, baik Gubernur, Bupati dan Walikota di Bali.

Dalam perspektif ini, solusi nyata harus segera diidentifikasi dan disepakati. Tanpa solusi tersebut, maka keberlangsungan hidup manusia di Bali termasuk kehidupan kebudayaan, peradaban serta alam akan menghadapi bahaya katastrofik. (*)

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Penulis: Cisilia Agustina. S
Editor: I Gusti Agung Bagus Angga Putra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help